Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Profesor Asal Inggris Ingatkan Minuman Favorit Ini Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah

Rabu 13 Jul 2022 00:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Kopi (ilustrasi). Selain kopi, teh juga berkafein dan dapat memperburuk dehidrasi.

Kopi (ilustrasi). Selain kopi, teh juga berkafein dan dapat memperburuk dehidrasi.

Foto: PixaHive
Minuman favorit banyak orang bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kopi dan teh menjadi salah dua minuman berkafein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Seorang konsultan bedah vena di Inggris, Profesor Mark Whiteley, memperingatkan bahwa kafein bisa menyebabkan darah menggumpal yang kemudian meningkatkan risiko pembekuan darah di vena alias deep vein thrombosis (DVT).

Kafein bersifat diuretik. Artinya, mengonsumsi minuman berkafein, apalagi yang tinggi kafein, bisa membuat orang lebih sering buang air kecil.

Baca Juga

"Dehidrasi memengaruhi komponen darah, membuat darah lebih kental dan lebih lengket," kata Prof Whiteley, seperti dilansir laman Express, Selasa (12/7/2022)

Alhasil, darah mengalir pada tingkat yang lebih lambat di pembuluh darah daripada di arteri. Karena itu, dehidrasi meningkatkan kemungkinan terjadinya pembekuan darah di pembuluh darah.

DVT juga bisa diidentifikasi dari gejala yang dirasakan pada kaki. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) merinci gejalanya, yaitu nyeri berdenyut atau kram pada satu kaki (biasanya di betis atau paha), bengkak pada satu kaki, kulit terasa hangat di area yang sakit, kulit merah atau gelap di area yang sakit, dan pembengkakan pembuluh darah yang keras atau sakit saat disentuh.

Gejala-gejala ini juga bisa terjadi di lengan atau perut jika itu adalah tempat bekuan darah. Jika ada tanda-tanda DVT yang disertai sesak napas atau nyeri dada, NHS menganjurkan untuk segera ke rumah sakit.

Prof Whiteley mencatat bahwa minuman teh yang telah membudaya di banyak negara mengandung kafein. Jadi selain kopi dan alkohol, teh bisa memperburuk dehidrasi.

Adapun indikator utama dehidrasi meliputi merasa haus, urine berwarna kuning tua atau berbau menyengat, merasa pusing, dan mulut kering. Untuk menghindari dehidrasi, penting untuk minum air yang cukup.

"Anda bisa menyeruput air putih, teh herbal, dan jus buah untuk membantu tubuh tetap terhidrasi," kata Prof Whiteley.

Sementara itu, agar tak dehidrasi ketika cuaca panas, Prof Whiteley juga merekomendasikan untuk lebih banyak beraktivitas di tempat teduh dan menghindari panas matahari secara langsung. Menurut dia, tetap terhidrasi, apa pun cuacanya, akan membantu meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

"Mengonsumsi banyak cairan, apa pun cuacanya, akan meningkatkan sirkulasi darah secara keseluruhan dengan mengencerkannya, namun, minum berlebihan juga dapat menyebabkan masalah," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA