Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Wali Kota Bandung Imbau Warga Tetap Bermasker di Ruang Terbuka

Senin 11 Jul 2022 12:37 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau masyarakat tetap memakai masker di ruang terbuka meski sudah diperbolehkan membuka masker.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau masyarakat tetap memakai masker di ruang terbuka meski sudah diperbolehkan membuka masker.

Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Bermasker untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang meningkat di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengimbau masyarakat tetap memakai masker di ruang terbuka meski sudah diperbolehkan membuka masker. Imbauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tengah peningkatan kasus di Kota Bandung.

"Kan pada saat bapak presiden memberikan peluang membuka masker di ruang terbuka, pada saat itu kami di Pemkot Bandung tetap menyarankan sebetulnya untuk menggunakan masker baik di ruang tertutup maupun di ruang terbuka karena pandemi belum selesai," ujarnya Senin (11/7/2022).

Baca Juga

Ke depan, ia mengatakan dengan penerapan protokol kesehatan maka diharapkan dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Dibarengi dengan percepatan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

"Sekarang masih di 35 persen, di akhir Agustus mudah-mudahan kita bisa melakukan percepatan di atas 50 persen," katanya.

Yana mengatakan melalui kebijakan wajib vaksin booster di tempat publik maka ditargetkan tiap hari 44 orang dapat divaksin. Ia pun meminta agar masyarakat tetap memakai masker.

"Kita sih berharap ini jadi kesadaran (memakai masker), saya melihat kalau di Kota Bandung alhamdulillah kesadaran untuk menggunakan masker masih cukup tinggi," katanya.

Terkait dengan adanya masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat tetapi belum divaksin, ia mengaku belum mengetahui hal tersebut. Yana mengatakan program tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga tidak mengetahui persis.

"Ya nggak tahu, kan pedulilindungi mah program pusat, admin sama itunya kita nggak tahu. Kan itu adminnya pusat," ungkapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA