Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Meniadakan Generasi Curang dengan Sistem Pendidikan Islam

Rabu 15 Mei 2019 16:33 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pendidikan Islam sistem boarding school (ilustrasi).

Pendidikan Islam sistem boarding school (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supri
Pendidikan Islam menjadi solusi untuk menghilangkan generasi curang

Kemendikbud menerima 202 pengaduan kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2019. "Isu-isu yang disampaikan di pengaduan itu dominan isu kecurangan UN," kata Muchlis Rantoni Luddin, Inspektur Jenderal Kemendikbud, dalam konferensi pers UN, Selasa (7/5). Menurut Muchlis, isu yang dominan dilaporkan adalah siswa memfoto soal di layar ujian.

Kata "curang" menjadi sangat populer akhir-akhir ini. Bermula dari ramainya perbincangan mengenai hasil perhitungan suara pasca pemilu. Kata "curang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil. Curang juga diartikan sebagai tindakan tidak terpuji yang dilakukan demi mencapai hasil yang diinginkan.

Sebenarnya bukan hanya tindakan curang yang menjadi trend di negeri ini. Korupsi, manipulasi, suap menyuap dan tindak kekerasan  adalah potret buram perilaku anak bangsa saat ini. Mengapa bisa terjadi? Apakah ada kaitannya dengan kualitas pendidikan di Indonesia?

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam.

Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia (cnnindonesia.com).

Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya kualitas guru, sarana penunjang belajar yang tidak merata dimiliki oleh sekolah dan kurikulum. Faktor kurikulum dianggap sebagai penentu kualitas output siswa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA