Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Menyikapi Aksi Bunuh Diri di Kalangan Intelektual

Rabu 20 Mar 2019 16:49 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Bunuh Diri

Ilustrasi Bunuh Diri

Foto: Foto : MgRol_92
Bunuh diri di kalangan intelektual khususnya mahasiswa sering terjadi

REPUBLIKA.CO.ID, Menjelang akhir 2018, penulis kaget bukan kepalang ketika melihat meningkatnya angka bunuh diri. Satu yang bikin tercekat adalah bunuh diri di kalangan mahasiswa.

Baca Juga

Di akhir tahun 2018, setidaknya ada tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran yang bunuh diri di kamar kosnya. Awal Maret ini, bunuh diri mahasiswa kembali terjadi. Sayangnya yang banyak melakukan bunuh diri berasal dari kalangan intelektual. Sehingga menimbulkan keprihatinan mendalam dari penulis.

Tingginya angka bunuh diri di kalangan mahasiswa tak lepas dari beban hidup yang semakin berat. Tekanan dari orang tua agar cepat lulus, sulitnya menemui dosen, hingga ditolaknya skripsi, biaya pendidikan yang mahal bila harus mengulang kuliah, dan biaya untuk hidup selama kuliah. Semua itu menjadi beban pikiran sendiri sehingga mampu menyebabkan stres atau depresi.

Setiap manusia pasti diberikan ujian kehidupan. Apa pun masalahnya, pasti ada solusinya. Melakukan bunuh diri merupakan bukti lemahnya iman, sedikitnya pemahaman Islam, jauhnya seseorang dari Rabb, dan sikap berputus asa terhadap rahmat-Nya.

Oleh karenanya, bagi mereka yang dirundung masalah, seharusnya bertaqarrub kepada Allah SWT, mengkaji Islam lebih dalam, mencari pergaulan yang Islami, dan yakin bahwa Allah dekat dan menolong hamba-Nya. Semoga dengan upaya ini mampu mengurangi angka bunuh diri. Wallahua'lam.

Pengirim: Nay Beiskara, Sumedang

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA