Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Ramadhan Bulan Perjuangan

Rabu 08 May 2019 13:55 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Warga melaksanakan ibadah Shalat Tarawih pertama Ramadhan 1437 H di kawasan Pasar Gembrong, Jakarta, Ahad (5/6). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Warga melaksanakan ibadah Shalat Tarawih pertama Ramadhan 1437 H di kawasan Pasar Gembrong, Jakarta, Ahad (5/6). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Ramadhan bulan perjuangan membumikan Islam sebagai jalan kehidupan

Bulan yang penuh kemuliaan hadir kembali di tengah-tengah kita. Antusiasme masyarakat terhadap bulan suci Ramadhan nampak nyata. Hal itu bisa kita lihat dari tarhib ramadhan yang diselenggarakan di banyak kota wilayah Indonesia.

Baca Juga

Bahkan tanda pagar #RamadhanBulanPerjuangan sempat menjadi trending topik di jagat maya. Artinya, masyarakat begitu bergembira menyambut tamu agung yang hanya singgah setahun sekali ini.

Ramadhan adalah bulan perjuangan. Perjuangan melawan hawa nafsu. Perjuangan menjadi hamba-hamba terbaik di hadapan Allah subhanahu wa Ta’ala. perjuangan untuk meraih ketakwaan tertinggi di hadapan Rabb Yang Mulia. Dan tak lupa, perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan tegaknya syariat Islam. Sejarah telah mencataat kemenangan Islam banyak terjadi di bulan Ramadhan. 

Pada tahun kedua hijriyah terjadi perang Badar al Kubro. Kaum muslim memenangkannya melawan kebatilan dan kemusyrikan. Pada 21 Ramadhan tahun kedelapan hijriyah, kota suci Makkah ditaklukan. Peristiwa Fathul Makkah menjadi tanda bahwa Islam mulai tersebar ke seluruh jazirah Arab. 

Di bulan Ramadhan tahun kesembilan hijriyah, perjuangan dan keikhlasan kaum muslim teruji dalam perang Tabuk. Saat itu, perjalanan menempuh wilayah Tabuk sangat berat. Dalam kondisi berpuasa, medan yang berat harus dialalui kaum muslimin. Yakni teriknya matahari yang begitu menyengat.

Hingga diantara kaum muslim ada yang merasa berat hati memenuhi seruan Rasulullah saw untuk berjihad. Disinilah seleksi itu terjadi. Antara pejuang dan pecundang. 

Belajar dari kegigihan Rasulullah dan para shahabat, mari jadikan Ramadhan sebagai momen sebaik-baiknya perjuangan. Perjuangan untuk terus membumikan Islam sebagai jalan kehidupan. Mendakwahkannya agar masyarakat semakin memahami dan mencintai ajaran Islam. Agar masyarakat mampu menerapkannya dalam kehidupan.

Ramadhan ialah perjuangan. Perjuangan mengendalikan hawa nafsu. Tidak sekadar menahan diri dari lapar dan haus, akan tetapi mencegah diri dari dosa. Ramadhan itu perjuangan. Berjuang membersihkan diri dari segala dosa. Hijrah dari kemaksiatan menuju ketakwaan. Yaitu, ketaatan total pada Allah Subahanhu wa Ta’ala. 

Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan senantiasa terjaga. Menjadikan diri kita hamba bertakwa nan istiqomah. Berpegang teguh pada Islam hingga akhir hayat. Sampai Allah memanggil kita pulang dengan gelar muttaqin. Wallahu a’lam bisshowab,

Pengirim: Chusnatul Jannah, Kota Pasuruan

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA