Sabtu 09 Jul 2022 10:52 WIB

Transportasi Jadi Kendala Pemasaran Hasil Pertanian Pegunungan Arfak, Papua Barat

Transportasi Manokwari-Pegaf saat ini adalah mobil 4x4 dengan waktu tiga jam.

Ilustrasi. Para petani sayur dan buah di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Provinsi Papua Barat, mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi mereka.
Ilustrasi. Para petani sayur dan buah di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Provinsi Papua Barat, mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Para petani sayur dan buah di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Provinsi Papua Barat, mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi mereka. Kendala utama, yakni akses dan biaya transportasi yang mahal untuk mengangkut hasil pertanian dari daerah itu ke kabupaten sekitar.

Lidia Wonggor, pedagang sayur asal Kabupaten Pegaf yang ditemui di Manokwari, Jumat (8/7/2022), mengatakan, hasil pertanian di Pegaf cukup tinggi karena hampir sebagian besar warga di daerah itu memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur dan buah-buahan. "Hasil pertanian sayur dan buah banyak, tapi kami kesulitan untuk menjualnya di Pegaf karena sepi pembeli. Hampir semua warga punya kebun sayur dan buah di pekarangan rumah," kata Lidia.

Baca Juga

Dengan kondisi itu, kata Lidia, sebagian petani dari Pegaf memilih untuk menjual hasil pertanian mereka ke Kabupaten Manokwari dengan mengeluarkan ongkos kendaraan mulai dari Rp500.000 hingga Rp1.000.000. "Satu karung sayur atau buah dikenakan biaya Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, sedangkan (penumpang) dikenakan tarif Rp100 ribu per orang, Jadi bila ditotal bisa mencapai Rp500 ribu untuk sekali perjalanan pulang pergi (PP) Pegaf-Manokwari," katanya.

Lidia menyebut, selain memberlakukan tarif normal untuk barang maupun penumpang, ada pula hitungan sewa atau carteran untuk mengangkut hasil pertanian dari Pegaf ke Manokwari dengan biaya mencapai Rp1.000.000. "Kalau carter satu kendaraan dikenakan biaya Rp1.000.000 untuk hitungan PP Pegaf-Manokwari, sementara belum tentu semua hasil jualan sayur dan buah-buahan kami itu laku terbeli," ujarnya.

Lidia dan para petani lainnya asal Pegaf mengharapkan solusi nyata dari pemerintah setempat dengan menyediakan transportasi khusus pengangkutan hasil pertanian warga untuk didistribusikan ke daerah sekitar sehingga mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan petani. Jenis transportasi darat yang melayani angkutan umum Manokwari-Pegaf saat ini adalah mobil 4x4 dengan waktu tempuh normal tiga jam melewati jalan aspal hingga sebagian jalan tanah yang ekstrem.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement