Jumat 08 Jul 2022 10:26 WIB

Erick Thohir: Keuangan BUMN Semakin Sehat

Tahun 2021 laba bersih BUMN melesat jauh dibandingkan tahun 2020.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan kinerja keuangan BUMN kini semakin baik dan sehat. Hal ini dibuktikan dengan pembukuan laba bersih Rp 126 triliun (angka awal unaudited konsolidasi) pada 2021. 

Erick menyebut laba bersih BUMN melesat jauh dibandingkan Rp 13 triliun pada  2020 yang dibarengi penurunan rasio utang berbasis bunga terhadap Modal Tertanam turun menjadi 35 persen serta rasio utang berbasis bunga terhadap EBITDA yang turun dari 4,5 kali menjadi 3,5 kali pada 2021.

Baca Juga

"Alhamdulillah berkat transformasi dengan mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko perusahaan yang baik, efisiensi, dan profesional, kinerja keuangan BUMN semakin baik, semakin sehat," ujar Erick di Jakarta, Jumat (8/7/2022).

Erick menyampaikan laba bersih meningkat signifikan, sementara struktur pendanaan, dan kapasitas pembayaran utang BUMN terus menguat, berada pada rasio perusahaan dengan rating investment grade. Erick menjelaskan, Kementerian BUMN melakukan sejumlah inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas utang dan struktur modal BUMN. Yang pertama, restrukturisasi utang BUMN di antaranya Waskita Karya, PTPN III, dan Garuda Indonesia yang semuanya merupakan BUMN yang memiliki kondisi keuangan yang melemah akibat Covid-19.

"Langkah tegas telah dilakukan pada 2021 lalu dengan bernegosiasi dengan para kreditur, dengan perjanjian restrukturisasi yang telah dilakukan untuk Waskita dan PTPN III di 2021. Untuk Garuda, meskipun rencana perjanjian belum disetujui dalam 2021, baru saja mendapat persetujuan rencana restrukturisasi dalam PKPU," ucap Erick.

Erick menambahkan, Kementerian BUMN juga fokus pada langkah-langkah menurunkan utang pada neraca melalui penguatan posisi ekuitas pada BUMN strategis yang terdampak covid-19. Total Penanaman Modal dan Dukungan Pemerintah kepada BUMN pada 2021 mencapai Rp 68,9 triliun, yang lebih dari 80 persen dari total tersebut dialokasikan kepada BUMN strategis dalam menjalankan penugasan, termasuk penugasan Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Kami juga fokus pada peningkatan EBITDA untuk memperkuat kapasitas bayar utang, dengan meningkatkan penjualan dan meningkatkan efisiensi dan margin operasional," lanjut Erick. 

Erick menyatakan pendapatan usaha unaudited tumbuh pada kisaran 19 persen pada 2021, sedangkan margin laba bersih meningkat dari 0,7 persen pada 2020 menjadi 5,6 persen pada 2021. “Perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara. BUMN sehat, kontribusi meningkat," kata Erick menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement