Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Jangan Cuci Mobil Pakai Kanebo, Ini Alasannya

Jumat 08 Jul 2022 10:44 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Spion mobil (Ilustrasi)

Spion mobil (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Kanebo berpotensi menimbulkan baret halus pada body mobil.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Banyak pengendara mobil yang melakukan beragam upaya untuk menjaga tampilan mobil terutama bagian cat pada body mobil. Selain untuk menjaga nilai jual dari mobil tersebut, cat mobil juga jadi bagian yang diperhatikan karena mempengaruhi peran mobil sebagai penunjang lifestyle.

Dalam menjaga kualitas cat mobil, terdapat beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan oleh pemilik mobil. Chief Executive Officer (CEO) Scuto Paint, Ignatius Ryan mengatakan, salah satu langkah sederhana dalam menjaga kualitas cat adalah dengan memilih lokasi parkir yang aman.

Baca Juga

"Hindari untuk parkir kendaraan di bawah paparan terik matahari secara langsung. Mengingat, sinar matahari yang secara langsung mengenai body mobil dapat lapisan cat cepat pudar," kata Ignatius Ryan dalam peresmian Scuto Paint Jatijajar, Depok, Jawa Barat pada Kamis (7/7/2022).

Langkah berikutnya, saat mencuci kendaraan, sebaiknya hindari penggunaan lap dari karet atau yang biasa disebut kanebo. Karena, lap tersebut berpotensi menimbulkan baret halus pada body mobil. Ia menyarankan, lap yang digunakan adalah lap kain dengan bahan microfiber.

Kemudian, setelah mobil diguyur hujan, sebaiknya mobil segera dibilas dengan air bersih lalu dikeringkan. "Air hujan mengandung asam. Jika tak segera dibilas maka hal itu akan menimbulkan jamur atau bercak noda pada cat kendaraan," ucapnya.

Selain itu, pengendara juga disarankan untuk melakukan perawatan cat secara rutin. Chief Financial Officer (CFO) Scuto Group, Hendry Lo mengatakan, perawatan cat bisa dilakukan dengan poles body dan autodetailing sehingga kualitas permukaan cat bisa selalu terjaga.

Agar masyarakat bisa semakin mudah dalam melakukan perawatan, maka Scuto Group melakukan perluasan jaringan dengan menghadirkan outlet Scuto Paint Jatijajar yang memiliki area layanan seluas 3 ribu meter persegi. “Scuto Paint merupakan perusahaan jasa painting dan perbaikan body mobil yang didukung oleh teknisi yang andal sehingga menghasilkan pelayanan kualitas khas Scuto yang sudah dipercaya oleh berbagai konsumen di Indonesia,” kata Hendry.

Masyarakat bisa menikmati jasa paintless dent removal (PDR) dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu. Kemudian untuk body painting biaya per panel nya mulai dari Rp 975 ribu sedangkan untuk pengecatan secara keseluruhan biayanya mulai dari Rp 10,5 juta.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA