Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Dinkes Bandung Klaim Kasus Stunting Alami Penurunan

Kamis 07 Jul 2022 20:38 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ilham Tirta

Petugas mengukur tinggi badan anak untuk pendeteksian dini stunting (ilustrasi).

Petugas mengukur tinggi badan anak untuk pendeteksian dini stunting (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Edukasi kepada masyarakat tentang stunting terus dilakukan untuk menekan kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung mengeklaim kasus stunting pada anak atau gangguan pertumbuhan akibat gizi kurang mengalami penurunan. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting terus dilakukan dengan harapan menekan kasus.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Bandung, Kamal Nurdin mengatakan, angka stunting mengalami penurunan. Namun begitu, jumlah anak yang mengalami stunting relatif masih banyak di Bandung.

Baca Juga

"Ada penurunan balita stunting dari 9,2 persen jadi 8,3 persen atau jumlah masih cukup besar sekitar 18 ribuan," ujarnya, Kamis (7/7/2022).

Ia menyebut, jumlah balita di Kabupaten Bandung mencapai 320 ribu dan tergolong banyak. Selanjutnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tahu dan bagaimana mencegah stunting.

Kamal mengatakan, upaya yang dapat dilakukan masyarakat yaitu ibu harus memberikan air susu ibu (ASI) hingga usia 6 bulan, memperkenalkan makanan pendamping asi hingga selesai asi pada usia 2 tahun. Diharapkan pada tahun 2025 sudah bebas stunting.

"Ada hal-hal yang dilakukan, contoh ibu balita agar harus memberikan asi sampai usia 6 bulan setelah enam bulan perkenalkan makanan pendamping asi, usia 2 tahun asinya selesai," katanya.

General Manager PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Patuha 1, Ilen Kardani mengatakan, pihaknya terus mendukung program-program pemerintah salah satunya mengurangi angka stunting di Bandung. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu sosialisasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu.

"Kita ada sosialisasi stunting di area Sugihmukti, kita undang di area ini ibu-ibu hamil, menyusui pokoknya semua kader. Harapan mereka tahu stunting, ada kewaspadaan," katanya.

Ke depan pihaknya berharap tidak terdapat masyarakat yang stunting akibat kurang gizi. Selain itu, pihaknya memberikan bantuan makanan penambah gizi kepada ibu-ibu hamil. "Harapan ke depan tidak ada lagi warga masyarakat stunting," kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA