Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Doli: Golkar akan Senang Hati Terima Puan

Kamis 07 Jul 2022 19:13 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Golkar terbuka untuk berkomunikasi dengan PDIP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menanggapi soal rencana Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menemui ketua umum partai politik (Parpol). Doli mengatakan partainya bakal menerima terbuka menerima Puan.

"Kami menerima dengan terbuka dan senang hati," kata Doli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/7).

Baca Juga

Namun demikian, Doli mengatakan sampai saat ini partainya belum tahu kapan kedua partai akan bertemu. Ia menegaskan Partai Golkar terbuka menjalin komunikasi dengan semua partai, termasuk PDIP.

"Tapi kami kalau memang dimungkinkan dibuka komunikasi dengan PDIP sama dengan partai yang lain kami cukup senang dengan menerimanya," ujarnya.

Sebelumnya PDIP telah menugaskan tiga nama, yakni Puan Maharani, Hasto Kristiyanto, dan Muhammad Prananda Prabowo, untuk berkomunikasi dengan partai politik lain dalam penjajakan koalisi. Namun, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto mengatakan bahwa Puan belum bergerak melakukan hal tersebut.

"Sepengetahuan saya, Mbak (Puan) belum melakukan. Mbak lebih ketemu dulu, mendengarkan suara-suara rakyat dan mendengarkan suara PDIP dulu, keluarga besarnya dulu," ujar Bambang di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/7).

Ia mengatakan, Puan masih menampung aspirasi dari pimpinan DPD dan DPC PDIP berbagai daerah. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan sebelum melakukan komunikasi dengan partai politik lain.

"Jadi Mbak ini kan boleh dibilangkan bijak, wisdom. Dengerin dulu dong suara di bawah, baru saya akan bicara," ujar Bambang.

Meski belum menjalin komunikasi, ia memastikan bahwa PDIP akan bekerja sama dengan partai politik lain untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024. "Cuma dengan siapanya saya tidak tahu, karena itu kewenangan Ibu Ketua Umum," ujar ketua Komisi III DPR itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA