Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Polisi Amankan Puluhan Orang Terkait Penjemputan Anak Kiai Tersangka Asusila

Kamis 07 Jul 2022 14:53 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso saat proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022). Dalam proses tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang menghalangi upaya jemput paksa MSAT.

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso saat proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022). Dalam proses tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang menghalangi upaya jemput paksa MSAT.

Foto: ANTARA/Syaiful Arif
Polisi masih mencari keberadaan MSAT, anak kiai Jombang yang jadi tersangka asusila

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG - Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur mengamankan puluhan orang dalam upaya penjemputan paksa tersangka asusila di Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022).

"Yang kami amankan sekitar 60 orang. Di dalam juga masih kami periksa, kami pilah, mudah-mudahan cepat," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto di Jombang, Kamis.

Baca Juga

Polisi sengaja melakukan penyisiran di area pesantren seluas lima hektare tersebut guna mencari MSAT, tersangka pencabulan santriwati. Terdapat puluhan orang yang berada di dalam ponpes tapi ternyata mereka bukan santri sehingga dibawa petugas untuk dimintai keterangan.

"Kami jaga kondisi di dalam agar situasi aman sehingga orang dari luar pondok kami sisir. Kami periksa satu per satu. Kalau bukan orang pondok atau santri, kami bawa," kata dia.

Polisi juga masih mencari MSAT (42), anak kiai pengasuh pondok pesantren terkenal di Jombang, yang menjadi tersangka asusila tersebut. Seluruh bangunan diperiksa petugas. "Kan pondok ini seluas 5 hektare, kemudian bangunan banyak. Kami hunting, periksa satu per satu bangunan di dalam. Sampai sekarang masih proses pencarian yang bersangkutan," ujar Dirmanto.

Ia juga mengatakan anggota dikerahkan dalam upaya pencarian tersangka. Dalam proses pencarian, polisi menegaskan tidak ada anggota yang terluka. "Sampai sekarang masih proses pencarian tersangka di dalam pondok. Tidak ada anggota yang terluka, hanya dorong-dorongan saja tadi," kata Dirmanto.

Ratusan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang sudah bersiaga di sejumlah titik, di depan dan area dekat pesantren, sejak Kamis (7/7/2022) pagi. Selain itu, petugas lainnya juga sudah memasuki kawasan pesantren untuk mencari keberadaan MSAT.

Upaya jemput paksa tersangka MSA oleh polisi tersebut sudah dilakukan sejak Kamis pukul 08.00 WIB. Namun hingga kini, polisi belum berhasil menemukan keberadaan MSAT.

Dirmanto menegaskan pihaknya terus menyisir berbagai tempat melakukan pencarian pelaku yang diduga bersembunyi di area pesantren. Penangkapan MSAT dilakukan sebagai bagian proses penegakan hukum. "Ini adalah langkah terakhir polisi untuk menyerahkan (MSAT) ke pengadilan," kata Dirmanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA