Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Sejarah Hari Ini: Serangan Bom di Jaringan Transportasi London

Kamis 07 Jul 2022 13:47 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Pada 7 Juli 2005, serangan bom di jaringan transportasi London menewaskan lebih dari 50 orang. Ledakan tersebut juga melukai sekitar 700 lainnya.

Pada 7 Juli 2005, serangan bom di jaringan transportasi London menewaskan lebih dari 50 orang. Ledakan tersebut juga melukai sekitar 700 lainnya.

Foto: EPA
Bom di jaringan transportasi London tewaskan lebih dari 50 orang dan lukai 700 orang

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Pada 7 Juli 2005, serangan bom di jaringan transportasi London menewaskan lebih dari 50 orang. Ledakan tersebut juga melukai sekitar 700 lainnya.

Tiga ledakan di Kereta Bawah Tanah menyebabkan 35 orang tewas dan dua orang tewas dalam ledakan di bus tingkat. Tiga bom pertama meledak pada pukul 08.50 di kereta bawah tanah di luar stasiun Liverpool Street dan Edgware Road. Bom juga meledak di perjalanan lain antara King's Cross dan Russell Square.

Ledakan terakhir terjadi sekitar satu jam kemudian di bus tingkat 30 di Tavistock Square, tidak jauh dari King's Cross. Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Jack Straw mengatakan pengeboman ini memiliki ciri-ciri serangan terkait al-Qaeda.

Perdana Menteri Tony Blair menjanjikan tindakan polisi dan layanan keamanan paling intens untuk memastikan pemerintah membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan. Blair, yang terbang kembali ke London dari KTT G8 di Gleneagles, mengutuk para teroris dan memberi penghormatan kepada ketabahan dan ketahanan rakyat London.

"Mereka mencoba menggunakan pembantaian orang tak bersalah untuk menakut-nakuti kami, untuk menakuti kami agar tidak melakukan hal-hal yang ingin kami lakukan," katanya seperti dikutip laman BBC History, Kamis (7/7/2022).

Total 52 orang tewas dalam pengeboman London dan 700 orang terluka. Serangan tersebut dilakukan oleh empat pelaku bom bunuh diri.

Pemimpin yang diduga, Mohammed Siddique Khan, baru-baru ini mengunjungi Pakistan dan kemudian ditemukan telah membuat pesan video di mana dia mengengklaim kebijakan luar negeri Inggris menindas Muslim. Al-Qaeda mengeluarkan pernyataan rekaman video pada September yang mengeklaim berada di balik pengeboman London.

Pada 21 Juli ada empat percobaan pengeboman lagi di London. Tidak ada perangkat yang meledak. Pada 22 Juli 2005, polisi menembak mati seorang pria, Jean Charles de Menezes, mereka mengira salah satu pembom. Lima pria kemudian ditangkap dan akan diadili pada September 2006. Keputusan masih menunggu apakah ada tuduhan yang akan diajukan atas penembakan de Menezes.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA