Rabu 06 Jul 2022 21:28 WIB

Sumbar Jadi Tuan Rumah World Islamic Economic Forum 2023

WIEF nantinya akan disandingkan bersama pertemuan ulama besar sedunia.

Rep: Febrian fachri/ Red: Dwi Murdaningsih
Pekerja memasang kubah masjid terapung di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (22/12/2020). Pemkab Pesisir Selatan membangun masjid terapung di objek wisata Pantai Carocok dengan biaya Rp27,5 miliar sebagai upaya mewujudkan pariwisata halal dan ikon baru di kabupaten itu.
Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA
Pekerja memasang kubah masjid terapung di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (22/12/2020). Pemkab Pesisir Selatan membangun masjid terapung di objek wisata Pantai Carocok dengan biaya Rp27,5 miliar sebagai upaya mewujudkan pariwisata halal dan ikon baru di kabupaten itu.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menetapkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah World Islamic Economic Forum (WIEF) 2023. Sandi menyebut gelaran WIEF nantinya akan disandingkan bersama pertemuan ulama besar sedunia. Ajang ini mengambil tema ekonomi Islam dan potensi pariwisata halal atau muslim friendly tourism.

"Ini panitia lokal sedang menyiapkan, kita sudah komunikasikan juga dengan Buya Mahyeldi. Sekarang kami sedang koordinasi di tingkat kementerian dan lembaga untuk menentukan waktu tempat dan rangkaian acara," kata Sandi, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga

Sandi menilai potensi pariwisata halal dan Desa Wisata menyentuh kebutuhan masyarakat untuk menjawab tantangan dan tuntutan situasi yang dihadapi dewasa ini. Di mana desa atau nagari telah membuktikan diri mampu melewati turbulensi ekonomi.

"Sekarang masyarakat butuh lapangan kerja, beban biaya ekonomi juga semakin meningkat. Oleh karena itu, nagari-nagari dan Desa Wisata menjadi garda terdepan, bukan hanya dari segi potensi wisata, tapi juga potensi ketahanan pangan, energi dan pemberdayaan masyarakat," ujar Sandi.

Di samping dalam rangka penyelenggaraan WIEF dan pertemuan ulama sedunia, dipilihnya Sumbar sebagai tuan rumah juga merupakan kolaborasi bersama pemerintah dalam mendukung geliat pariwisata Sumatera Barat dengan melibatkan Kementerian Desa, Parekraf, Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan kota hingga ke tingkat nagari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement