Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Pemkot Bandung Telah Periksa 8331 Hewan Qurban dan Salurkan Seluruh Dosis Vaksin PMK

Rabu 06 Jul 2022 17:31 WIB

Rep: dea alvi soraya/ Red: Hiru Muhammad

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bersiap untuk menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) ke hewan ternak sapi di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (27/6/2022). Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan 200 dosis vaksin penyakit mulut kuku (PMK) dari kebutuhan 10.000 dosis guna mengantisipasi serta mengendalikan penyebaran PMK di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bersiap untuk menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) ke hewan ternak sapi di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (27/6/2022). Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan 200 dosis vaksin penyakit mulut kuku (PMK) dari kebutuhan 10.000 dosis guna mengantisipasi serta mengendalikan penyebaran PMK di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Masyarakat dapat memakai apalikasi e-selamat untuk memastikan kesehatan hewan qurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG—Hari raya Idul Adha akan tiba dalam hitungan hari. Pemerintah Kota Bandung semakin menggencarkan persiapan pelaksanaan hari raya qurban dengan menggenjot pemeriksaan hewan qurban, yang hingga 5 Juli 2022 telah mencapai 8331 hewan.  

"Kami dorong terus dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan hewan qurban yang dijual di pasaran," kata Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Rabu 6 Juli 2022.

Baca Juga

Yana juga memastikan, seluruh dosis vaksinasi PMK telah selesai diberikan kepada hewan ternak sebanyak 200 dosis. "Ini kita baru dapat 200 dosis vaksin dan kita sudah salurkan semua kepada peternak," katanya.

Lebih lanjut Yana mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk membeli hewan qurban. Ia juga meminta masyarakat untuk memakai aplikasi e-selamat untuk mengecek kesehatan hewan yang akan dibeli . "Lewat aplimasi e-selamat ada barcodenya. Ada history hewan juga di sana. Masyarakat tidak perlu khawatir saat melakukan ibadah qurban," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengaku telah memeriksa 8.331 Hewan yang datanya terintegrasi melalui aplikasi e-selamat. "Untuk menghindari bahwa hewan diperiksa itu sehat, selain kalung sehat, didalam kalung itu juga masuk ke dalam aplikasi e-selamat (sehat layak makin tenang) supaya bisa teridentifikasi," kata Gin Gin.

"Per tanggal 5 Juli sudah ada 8.331 hewan yang terdata dalam aplikasi," katanya. Menurutnya, dari 8331 hewan yang telah diperiksa, 2.068 diantaranya dinyatakan tidak layak diqurbankan. Untuk domba, dari 6.587 yang telah diperiksa, 1.695 nya dinyatakan tidak layak karena sakit maupun belum memenuhi batas usia untuk diqurbankan.

“Sedangkan sapi, dari 1.638 ekor yang telah diperiksa, terdapat 355 ekor sapi tidak layak kurban. Untuk kambing, sebanyak 105 ekor kambing diperiksa dengan 17 di antaranya dinyatakan tidak layak. Sementara 1 ekor Kerbau yang diperiksa dan dinyatakan tidak layak,” jelas Gin Gin. 

"Kami terus melakukan pemeriksaan, memastikan hewan yang akan dijual kepada masyarakat dijamin kesehatannya," tegasnya. Lebih lanjut, Gin Gin mengatakan, apabila terdapat hewan yang bergejala PMK, masyarakat bisa menghubungi DKPP melalui hotline PMK DKPP dengan nomor telepon 0889 1001 117. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA