Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

China Siap Bangun Era Baru Hubungan dengan Filipina

Rabu 06 Jul 2022 16:09 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

 Presiden Filipina terpilih Ferdinand Marcos Jr

Presiden Filipina terpilih Ferdinand Marcos Jr

Foto: AP/Aaron Favila
Analis melihat pemilihan Marcos lebih menguntungkan China daripada Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- China siap bekerja dengan Presiden baru Filipina Ferdinand Marcos Jr untuk membantu mengantarkan 'era emas baru' dalam hubungan kedua negara. Hal ini dikatakan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Rabu (6/7/2022) dalam pertemuan pertamanya dengan Menlu Filipina Enrique Manalo.

Wang Yi mengatakan, hubungan kedua negara akan membuka harapan baru dengan terpilihnya Marcos. "Kami sangat menghargai komitmen Presiden Marcos baru-baru ini untuk mengejar kebijakan bersahabat terhadap China dan kami sangat memuji pernyataan yang telah mengirimkan sinyal yang sangat positif ke dunia luar," kata Wang.

Baca Juga

Banyak analis melihat pemilihan putra mendiang orang kuat yang digulingkan dalam pemberontakan 1986 itu, lebih menguntungkan China daripada Amerika Serikat (AS). Namun presiden baru dalam pernyataan publiknya menyatakan hubungan dekat dengan Beijing tidak akan berada di titik terendah.

Ketegasan dan perilaku China di perairan lepas Filipina telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik. Namun Marcos pada Selasa mengatakan dia ingin hubungan mereka lebih dari sekadar sengketa maritim.

Wang mengatakan China bersatu dengan Marcos dalam keinginannya untuk memperdalam dan memperkuat hubungan. "Kami siap bekerja ke arah yang sama dengan Filipina dan merencanakan kerja sama kami ke depan di semua bidang," kata Wang.

"Saya yakin dengan kerja sama kedua pihak, kita pasti bisa membuka era emas baru bagi hubungan bilateral," imbuhnya.

Marcos memiliki tindakan penyeimbangan yang rumit dalam meningkatkan hubungan bisnis dengan China sambil mempertahankan hubungan dekat dengan sekutu pertahanan AS. Amerika merupakan bekas kekuatan kolonial yang masih memegang kekuasaan besar di kalangan militer dan publik.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA