Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Erick Thohir Terus Genjot Pendanaan untuk Pelaku UMKM

Rabu 06 Jul 2022 14:30 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

Menteri BUMN Erick Thohir terus menggenjot pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). (ilustrasi).

Menteri BUMN Erick Thohir terus menggenjot pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Persentase penyerapan kredit untuk UMKM di Indonesia masih kalah dari Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir terus menggenjot pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Karena hingga saat ini persentase penyerapan kredit untuk UMKM masih kalah dari Malaysia.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir saat menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal dengan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjajaran Bandung di Aula Graha Sanusi Hardijadinata, Kampus Iwa Kusamasumantri, Bandung, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

"Kami terus genjot pendanaan untuk UMKM. Di Malaysia saja penyerapan kredit untuk UMKM sudah mencapai 50 persen, Indonesia baru 20 persen," kata Erick Thohir.

Sehubungan dengan itu, Erick Thohir menjamin bahwa pemerintah akan menaikkan alokasi kredit bagi pelaku UMKM hingga 30 persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan alokasi kredit usaha rakyat (KUR) dari Rp 260 triliun menjadi Rp 338 triliun.

Dengan begitu Erick Thohir berharap, UMKM Indonesia akan semakin kompetitif di waktu-waktu mendatang. Namun, imbuh Erick Thohir, kemampuan bersaing juga harus ditunjang oleh kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi.

Lebih lanjut Erick Thohir menjelaskan, Kementerian BUMN telah membagi peran bank-bank BUMN untuk menggarap pembiayaan bagi UMKM di kota dan desa, baik kepada korporasi besar atau pengusaha kecil. Selain itu, dia juga minta agar mereka beri pendampingan ke ke UMKM.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA