Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Pertemuan Menlu G20 Siap Digelar, Cek Jadwalnya

Rabu 06 Jul 2022 14:47 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha

Pengendara motor melintas di samping logo Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 atau G20 Foreign Ministers' Meeting (FMM) siap diselenggarakan di Bali pada Kamis-Jumat (7-8/7/2022).

Pengendara motor melintas di samping logo Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (21/1/2022). Pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 atau G20 Foreign Ministers' Meeting (FMM) siap diselenggarakan di Bali pada Kamis-Jumat (7-8/7/2022).

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Pertemuan para Menteri Luar Negeri G20 akan dibagi menjadi dua sesi.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 atau G20 Foreign Ministers Meeting (FMM) siap diselenggarakan di Bali pada Kamis-Jumat (7-8/7/2022). Indonesia sebagai tuan rumah dan presiden G20 mencetus tema 'Membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama' pada pertemuan ini.

"Pertemuan ini akan menjadi forum strategis untuk membahas upaya pemulihan global. G20 FMM akan terdiri dari dua sesi," jelas pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga

Kemenlu menerangkan sesi pertama akan membahas mengenai penguatan multilateralisme. Dalam kaitan ini para menlu akan membahas langkah bersama bagi penguatan kolaborasi global dan membangun rasa saling percaya antar-negara yang menjadi enabling environment bagi stabilitas, perdamaian, dan pembangunan dunia.   

"Pada sesi ini dihadirkan dua pembicara khusus, yaitu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Prof. Jeffrey Sachs (Columbia University). Keduanya akan memberikan pandangan mengenai penguatan prinsip-prinsip dan forum multilateral dalam situasi geopolitik saat ini," kata Kemenlu.

Sementara untuk sesi kedua, FMM akan membahas mengenai krisis pangan dan energi. Langkah-langkah strategis untuk menanggulangi krisis kerawanan pangan, kekurangan pupuk, dan kenaikan harga komoditas global akan menjadi pembahasan forum menlu tersebut.

"Kenaikan harga komoditas dan terganggunya rantai pasok global memberikan dampak yang sangat besar bagi negara berkembang, untuk itu, G20 sebagai forum ekonomi yang mewakili berbagai kawasan dunia, memiliki kekuatan untuk membahas isu ini secara komprehensif, demi mencari solusi ekonomi-sosial yang berkelanjutan," kata Kemenlu.

Di sesi ini, Indonesia mengundang tiga pembicara khusus, diantaranya David Beasley (Direktur Eksekutif WFP), Damilola Ogunbiyi (Perwakilan Khusus Sekjen PBB Untuk Energi Berkelanjutan Bagi Semua dan Co-Chair UN-Energy), dan Mari Pangestu (Direktur Pelaksana World Bank). Ketiganya akan memberikan pandangan mengenai dampak konflik atas ekonomi dan pembangunan dunia.

Selain itu, disela-sela Pertemuan Para Menlu G20, Menlu Indonesia Retno Marsudi juga akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para Menlu baik negara anggota G20 maupun negara lain yang diundang. Seperti diketahui G20 merupakan platform multilateral strategis yang menghubungkan 20 negara ekonomi utama dunia. 

G20 memegang peran strategis dalam mengamankan masa depan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi global. Indonesia memegang Presidensi G20 2022 dan memberikan prioritas pada kerja sama di bidang penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. 

Kendati terjadinya kondisi perang di Ukraina maka isu terkait ketahanan pangan juga akan banyak dibahas dalam berbagai pertemuan G20. Rangkaian pertemuan G20 di bawah Presidensi Indonesia telah dimulai pada 1 Desember 2021 dan akan berpuncak pada KTT Bali pada 15-16 November 2022.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA