Rabu 06 Jul 2022 11:51 WIB

Jamin Suplai ke Kilang Pertamina Balikpapan, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Terjaminnya supply energi akan berkontribusi kepada optimalisasi operasional kilang

First Welding (pengelasan pertama) sambungan pipa yang dilaksanakan pada Rabu (6/7/2022) di Stockyard Jalan Pulau Balang KM 13 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Foto: PGN
First Welding (pengelasan pertama) sambungan pipa yang dilaksanakan pada Rabu (6/7/2022) di Stockyard Jalan Pulau Balang KM 13 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Sub Holding Gas dan Sub Holding Refining and Petrochemical Pertamina bangun sinergi demi mendukung pengembangan Kilang Pertamina Balikpapan. Kolaborasi dibangun dalam bentuk pengembangan Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan untuk menjamin suplai gas ke PT Kilang Pertamina Balikpapan.

Milestone yang menandai dimulainya Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan dilakukan dengan acara First Welding (pengelasan pertama) sambungan pipa yang dilaksanakan pada Rabu (6/7/2022) di Stockyard Jalan Pulau Balang KM 13 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Teknologi & Infrastruktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Dewan Komisaris dan Direksi PT Pertamina Gas.

Baca Juga

Pembangunan pipa gas sepanjang 78 kilometer (km) dengan diameter 20 inchi tersebut dilaksanakan oleh salah satu anak usaha Sub Holding Gas Pertamina yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas). Kedepannya ruas pipa gas ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina Balikpapan dengan mengalirkan gas dari lapangan di wilayah Senipah Kalimantan Timur dengan kapasitas maksimal 125 MMSCFD.

photo
First Welding (pengelasan pertama) sambungan pipa yang dilaksanakan pada Rabu (6/7/2022) di Stockyard Jalan Pulau Balang KM 13 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. - (PGN)

Dalam sambutannya, Achmad Muchtasyar Direktur Teknologi & Infrastruktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku perwakilan Direksi Sub Holding Gas Pertamina menyampaikan mengenai pentingnya pembangunan Pipa Gas Senipah-Balikpapan ini. "Infrastruktur pipa gas ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan pengembangan Kilang Pertamina Balikpapan, dengan terjaminnya supply energi tentunya akan berkontribusi kepada optimalisasi operasional kilang kedepannya," jelas Achmad, dalam siaran persnya.

Senada dengan PGN, Feri Yani Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan menyampaikan sinergi antar anak usaha Pertamina ini akan mendukung percepatan program pengembangan Kilang Pertamina Balikpapan. "Kilang Pertamina Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan dan produksi kilang. Dengan sinergi ini kami yakin nantinya Kilang Pertamina Balikpapan dapat meningkatkan produksi BBM dengan kuantitas dan kualitas optimal untuk kebutuhan di wilayah Indonesia Timur," jelas Feri.

Gamal Imam Santoso Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) menyampaikan komitmennya untuk dapat menyelesaikan Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan dengan baik. "Komitmen kami adalah untuk membantu Kilang Pertamina  Balikpapan mendapatkan infrastruktur pipa gas yang handal, efisien dan dapat beroperasi tepat waktu. Dalam situasi pandemi Covid-19, seluruh proses pengerjaan proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan ini tetap mengikuti protokol kesehatan," tegas Gamal.

Pipa ini nantinya akan melintasi Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan. Dukungan seluruh stakeholders serta sinergi kuat dengan kontraktor pelaksana PT PGAS Solution dan supplier pipa PT Krakatau Pipe Industries tentunya akan sangat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan juga mengutamakan pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara optimal dengan tingkat TKDN sebesar 55 persen.

Interkoneksi Kilang Pertamina Balikpapan dan Pipa Gas Senipah-Balikpapan akan mendukung program pemerintah Indonesia dibidang ketahanan energi nasional terutama untuk kawasan Indonesia bagian timur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement