Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Belajar Jadi Distributor dari Alumni Universitas BSI yang Punya Omzet Puluhan Juta

Rabu 06 Jul 2022 11:25 WIB

Red: Gita Amanda

Putri Hanifah, alumni Universitas BSI kampus Tasikmalaya. Ia sukses menjadi pengusaha muda dengan omzet puluhan juta perbulannya.

Putri Hanifah, alumni Universitas BSI kampus Tasikmalaya. Ia sukses menjadi pengusaha muda dengan omzet puluhan juta perbulannya.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Universitas BSI konsisten ciptakan mahasiswa untuk jadi seorang pengusaha muda.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Menjadi seorang pengusaha, membuka kesempatan untuk meraih kebebasan finansial. Universitas BSI (Bina Sarana Informatika,) selain menghasilkan mahasiswa kompeten dan berdaya saing tinggi, juga turut menghasilkan pengusaha muda. Lewat lembaga BSI Entrepreneur Center (BEC), Universitas BSI konsisten ciptakan mahasiswa untuk jadi seorang pengusaha muda.

Putri Hanifah, alumni Universitas BSI kampus Tasikmalaya salah satunya. Ia sukses menjadi pengusaha muda dengan omzet puluhan juta perbulannya. Berawal jadi reseller yang menjual makaroni bantet (nama produknya), kini ia berhasil menjadi seorang distributor dengan penjualan mencapai 3.000 hingga 4.000 produk per hari.

Baca Juga

“Dengan penjualan yang sangat banyak ini, aku memiliki beberapa karyawan yang membantu dalam penjualan, serta 25 reseller makaroni bantet yang tersebar di berbagai daerah. Untuk pemasaran, aku memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia,” ungkap Putri dalam rilis yang diterima, Selasa (5/7/2022).

Alasan Putri memilih makaroni bantet sebagai produk usahanya, karena panganan satu ini merupakan cemilan favorit orang Indonesia, terutama di daerahnya sendiri, Tasikmalaya. Bahkan dapat menjadi oleh-oleh khas daerah Tasikmalaya. Meski penjualan makaroninya telah meningkat, Putri tetap berupaya untuk mengembangkan bisnisnya dengan cara memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada reseller dan customernya.

“Saat ini makin banyak distributor dan juga merk-merk makaroni bantet yang baru bermunculan di pasaran. Jadi untuk mempertahankan customer dan reseller, aku berusaha untuk memberikan service excellent, agar mereka tidak lari ke distributor lain dan pindah ke merk lain juga tentunya,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Recha Abriana Anggraini, selaku Koordinator BEC Universitas BSI kampus Tasikmalaya mengungkapkan, sangat bangga akan keberhasilan dan kegigihan Putri dalam menjalani bisnisnya.

“Berawal menjadi reseller dengan kegigihannya, kini ia berhasil menjadi distributor dan memiliki beberapa karyawan. Semoga Putri bisa lebih sukses lagi dalam membesarkan bisnisnya,” tutup Recha.

Selain itu, menurut Recha, Universitas BSI kampus Tasikmalaya, selalu berupaya untuk mencetak para pengusaha muda melalui binaan BEC.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA