Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Ukraina Minta Turki Bantu Selidiki Tiga Kapal Berbendera Rusia

Rabu 06 Jul 2022 11:03 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Ukraina telah meminta Turki untuk membantu menyelidiki tiga kapal berbendera Rusia yang diduga mencuri gandum dari Ukraina

Ukraina telah meminta Turki untuk membantu menyelidiki tiga kapal berbendera Rusia yang diduga mencuri gandum dari Ukraina

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Ukraina secara terbuka menuduh Moskow mencuri gandum sejak invasi pada 24 Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina telah meminta Turki untuk membantu menyelidiki tiga kapal berbendera Rusia. Permintaan ini sebagai bagian dari upaya Kiev untuk menyelidiki dugaan pencurian gandum dari wilayah yang diduduki Rusia.

Dalam surat tertanggal 13 Juni, kantor Kejaksaan Ukraina meminta Kementerian Kehakiman Turki untuk menyelidiki dan memberikan bukti terhadap tiga kapal yang diduga terlibat dalam pengangkutan gandum yang diduga dicuri dari wilayah Ukraina.

Baca Juga

Surat yang ditinjau Reuters itu mengatakan, kapal-kapal berbendera Rusia tersebut melakukan perjalanan dari terminal biji-bijian utama Krimea di Sevastopol pada April dan Mei. Kiev meminta Ankara untuk mendapatkan dokumentasi tentang kargo dan kedatangan mereka di pelabuhan-pelabuhan Turki.  

Ketiga kapal kargo besar tersebut yaitu, Mikhail Nenashev, Matros Pozynich dan Matros Koshka. Mereka dimiliki oleh anak perusahaan dari perusahaan milik negara Rusia bernama United Shipbuilding Corporation. Jika terbukti bahwa, United Shipbuilding Corporation mengangkut biji-bijian dari wilayah Ukraina yang baru-baru ini diduduki, maka akan menambah bukti tentang keterlibatan entitas milik negara Rusia dalam mengekspor gandum yang diduga sebagai barang curian.  

Ukraina secara terbuka menuduh Moskow mencuri gandum sejak invasi pada 24 Februari. Rusia berulang kali membantah bahwa mereka telah mencuri gandum Ukraina.

Konflik Rusia-Ukraina telah meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan di seluruh dunia. Konflik ini telah menaikkan harga pangan dunia ke rekor tertinggi tahun ini.  

Wakil Kepala Administrasi yang didirikan Rusia di Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan, gandum dari wilayah itu akan dikirim ke Krimea dan petani lokal bertanggung jawab untuk mengangkutnya ke sana.  Dia mengaku tidak mengetahui tentang pengiriman ke Turki atau Timur Tengah.

Reuters pada Jumat (1/7/2022) melaporkan, dalam surat terpisah tertanggal 30 Juni, Ukraina meminta Kementerian Kehakiman Turki untuk menahan dan menangkap kapal berbendera Rusia lainnya yang diduga membawa gandum curian dari pelabuhan Berdyansk yang diduduki. Pada Senin (4/7/2022), seorang pejabat senior Turki mengatakan, Turki telah menghentikan kapal kargo dan sedang menyelidiki klaim Ukraina tersebut.

Ankara telah setuju dengan Ukraina untuk memblokir pengiriman komersial antara Krimea dan Turki sejak 2014. Pada saat yang sama, Turki telah memainkan peran kunci dalam diskusi antara PBB, Rusia dan Ukraina tentang pembentukan koridor di Laut Hitam untuk mengekspor gandum dari Ukraina.

Kementerian Kehakiman Turki menolak mengomentari dua surat yang dikirim oleh Kiev. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, mereka telah menyelidiki klaim Ukraina bahwa gandum yang dicuri oleh Rusia telah sampai ke Turki.

“Kami melihat bahwa pelabuhan keberangkatan kapal dan asal barang adalah dari Rusia. Kami menentang biji-bijian Ukraina atau barang-barang lain yang diambil oleh Rusia, dan kami tidak akan mengizinkan barang-barang ini datang kepada kami," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu kepada wartawan pada 23 Juni, tanpa mengidentifikasi nama kapal kargo tersebut.

Kementerian Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar atas kapal dari Berdyansk yang tiba di Turki akhir pekan lalu.  Sebuah sumber diplomatik Turki menambahkan, Kiev telah menyatakan klaimnya kepada Ankara tentang dugaan gandum curian yang dibawa ke Turki melalui kapal Rusia. Sumber tersebut mengatakan, kerja sama dengan pejabat Ukraina saat ini sedang berlangsung.

Wakil Pertama Menteri Pertanian Ukraina, Taras Vysotskiy, mengatakan, Kiev memperkirakan sekitar 400 ribu ton gandum curian telah diekspor.  Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasyl Bodnar, mengatakan, Ukraina yakin sebagian besar gandum itu telah dikirim ke Turki.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA