Rabu 06 Jul 2022 02:02 WIB

Kasus Positif Covid-19 di Kalimantan Timur Tersisa 61 Orang

Sebagian besar kasus positif Covid-19 di Kalimantan Timur berada di Kota Balikpapan.

Kalimantan Timur menyebutkan pasien terkonfirmasi positif virus corona di provinsi itu hingga saat ini hanya tersisa 61 orang.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Kalimantan Timur menyebutkan pasien terkonfirmasi positif virus corona di provinsi itu hingga saat ini hanya tersisa 61 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Satgas COVID-19 Kalimantan Timur menyebutkan pasien terkonfirmasi positif virus corona di provinsi itu hingga saat ini hanya tersisa 61 orang. Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, di Samarinda, Selasa (5/7/2022) mengatakan, sebagian besar pasien positif tersebut berada di wilayah Kota Balikpapan dengan jumlah 30 orang.

Pasien positif lainnya berada di Berau 13 orang, Kutai Kartanegara 8 orang, Samarinda, 7 orang, Penajam Paser Utara 2 orang dan Bontang 2 orang. "Empat wilayah Kaltim diantaranya Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur dan Paser berada dalam zona hijau COVID-19," jelas Andi.

Baca Juga

Andi mengungkapkan, pada update kasus harian Selasa, ditemukan 11 kasus terkonfirmasi positif, tiga kasus sembuh dan kasus meninggal dunia tidak ditemukan kasus baru. "Terjadi penambahan kasus positif yang cukup banyak, dan kami ingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada," kata Andi. 

Dia meneruskan imbauan pemerintah pusat untuk memaksimalkan pelaksanaan vaksin ketiga atau booster di seluruh daerah, dalamrangka antisipasi terjadi kenaikan kasus di sejumlah daerah. "Bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksin ketiga, kami imbau supaya menghubungi dinas kesehatan setempat, ataupun puskesmas sebagai rujukan tempat vaksin," kata Andi.

Andi mengatakan, vaksin merupakan upaya pemerintah untuk meredam penularan dan dampak yang ditimbulkan dari kasus COVID-19, sehingga program tersebut harus dilaksanakan. "Melalui vaksin kita bisa meredam kasus COVID-19 yang sempat melonjak tinggi, makanya kami ingatkan masyarakat untuk terus menggiatkan program vaksinasi hingga vaksin ketiga," jelas Andi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement