Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Cirebon Terus Lacak Kasus dan Penyebab Stunting

Selasa 05 Jul 2022 23:40 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ilham Tirta

Petugas mengukur postur tinggi anak dan memberikan sosialiasi pemberian gizi bayi untuk mencegah stunting (ilustrasi).

Petugas mengukur postur tinggi anak dan memberikan sosialiasi pemberian gizi bayi untuk mencegah stunting (ilustrasi).

Foto: Antara/Maulana Surya
Tim mencari titik terang penyebab utama kasus stunting di enam kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Tim Pengendalian Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS), terus melakukan pengumpulan data di sejumlah kecamatan yang terindikasi memiliki kasus stunting tinggi. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon yang juga merupakan Ketua TPPPS Kabupaten Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, saat membuka Rempug Stunting Tahun 2022 dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Cirebon di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, Selasa (5/7/2022).

Perempuan yang akrab disapa Ayu itu menjelaskan, pihaknya sejauh ini sudah melakukan kunjungan di enam kecamatan yang memiliki angka stunting cukup tinggi. Langkah itu guna menemukan titik terang penyebab utama dari kasus tersebut.

Baca Juga

"Kita terus mencari solusi tepat, agar kasus stunting ini bisa segera diatasi. Ada beberapa hal penyebab kasus ini masih terjadi di masyarakat,’’ terang Ayu.

Ayu menjelaskan, kasus utama penyebab stunting itu adalah kemiskinan. Dia mengatakan, penderita stunting itu merupakan anak yang bergizi buruk yang akhirnya berdampak pada perkembangan tubuhnya.

"Berawal dari gizi yang kurang baik, akhirnya penderita ini pertumbuhannya lambat. Faktor kemiskinan ini juga tidak bisa hanya diselesaikan dari satu aspek saja, melainkan semua aspek yang saling berkaitan,’’ kata Ayu.

Untuk itu, Ayu meminta kepada semua pihak untuk bisa bekerja sama dalam menuntaskan kasus stunting. Bukan hanya kesehatan, namun segi ekonomi dan sosial juga sangat berperan penting dalam mengurangi jumlah stunting. "Dengan rempug stunting ini, kita berharap semua elemen mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dan dibantu warga bergandengan untuk menuntaskan kasus stunting. Tanpa kerja sama semua pihak, saya yakin kasus stunting ini sulit diselesaikan,’’ kata dia.

Panitia Penyelenggara Rempug Stunting dari Dinas Kesehatan, Sudiono menyatakan, kegiatan itu dimaksudkan menyamakan persepsi semua pihak, termasuk instansi di Pemerintah Cirebon. "Dengan adanya satu pemahaman dan komitmen bersama, kami optimis permasalahan stunting akan bisa lebih cepat terselesaikan,’’ kata Sudiono.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA