Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Delegasi Rusia dan AS Hadir Langsung Agenda TIIWG di Solo

Selasa 05 Jul 2022 22:35 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Peserta delegasi negara G20 berbincang-bincang sebelum memulai rapat pertemuan

Peserta delegasi negara G20 berbincang-bincang sebelum memulai rapat pertemuan

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Salah satu agenda dari TIIWG kedua di Solo adalah reformasi WTO.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO  -- Staf Khusus Bidang Hubungan Daerah Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Tina Talisa mengatakan delegasi dari Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan hadir langsung secara fisik di Pertemuan KeduaTrade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting di Surakarta, Jawa Tengah.

"Untuk negara yang hadir secara fisik di antaranya delegasi dari Rusia akan hadir secara fisik. Delegasi Amerika juga hadir secara fisik," katanya kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Baca Juga

Tina menuturkan Pertemuan Kedua TIIWG G20 membahas tiga isu, yakni Reformasi WTO (World Trade Organization); Respon Perdagangan, Investasi, dan Industri terhadap Pandemi dan Arsitektur Kesehatan Global; serta Mendorong Investasi Berkelanjutan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Global.

Rangkaian kegiatan tersebut, akan dihadiri oleh perwakilan delegasi asing yang berasal dari 20 negara anggota G20, 11 negara undangan, dan 7 organisasi internasional."Sejauh ini kami dapatkan konfirmasi kehadiran 51 orang delegasi yang akan hadir secara langsung baik negara anggota G20, negara yang diundang dan juga organisasi internasional," jelas Tina.

Pertemuan Kedua TIIWG/The Second TIIWG Meeting berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah pada 5-7 Juli 2022 merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama pada bulan Maret lalu yang juga dilaksanakan di Kota Surakarta.

Adapun dalam Pertemuan Pertama TIIWG sebelumnya, telah dibahas tiga isu lainnya, yaitu Peran Sistem Perdagangan Multilateral untuk akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Perdagangan Digital dan Rantai Nilai Global yang Berkelanjutan (Sustainable Global Value Chains/GVCs), serta Industrialisasi Inklusif yang Berkelanjutan melalui Industri 4.0.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA