Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Cabai Rawit Sumbang Inflasi di Madiun Bulan Lalu

Selasa 05 Jul 2022 22:28 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Kenaikan harga cabai rawit menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Juni 2022.

Ilustrasi Kenaikan harga cabai rawit menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Juni 2022.

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Dari inflasi 0,66 persen, cabai rawit menyumbang 0,3498 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Kenaikan harga cabai rawit menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Juni 2022. Inflasi Kota Madiun sebesar 0,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,16.

"Komoditas tertinggi atau yang paling mempengaruhi inflasi adalah cabai rawit, yaitu andilnya 0,3498 persen," kata Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny di Madiun, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga

Dwi mengatakan, komoditas yang memberikan andil besar terjadinya inflasi bulan Juni 2022, di antaranya cabai rawit, tomat, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, rokok kretek filter, nasi dengan lauk, dan rokok putih. 

Ia menjelaskan, inflasi Kota Madiun bulan Juni 2022 yang mencapai 0,66 persen tersebut naik jika dibandingkan dengan Mei 2022. Catatan BPS setempat, inflasi Mei 2022 di angka 0,58 persen."Kenaikan ini masih wajar, tapi perlu dicermati," kata Dwi.

Secara umum, kenaikan inflasi tersebut dipicu lonjakan harga beberapa kelompok pengeluaran. Hasil pemantauan BPS, di pasar tradisional maupun modern terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 109,44 pada Mei menjadi 110,16 pada Juni.

Adapun kelompok pengeluaran pemicu inflasi pada Juni di antaranya makanan, minuman, dan tembakau (2,50 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran (0,91 persen), rekreasi, olahraga, dan budaya (0,42 persen), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,29 persen), serta perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,26 persen).

Sementara kelompok pengeluaran transportasi menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni sebesar 0,82 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan harga.

Dari delapan kabupaten/kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, kata dia, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi terjadi di Kediri sebesar 0,78 persen dengan IHK 110,41."Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sumenep, yaitu 0,45 persen dengan IHK sebesar 112,17," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA