Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Ganja untuk Medis Buka Peluang UU Narkotika Direvisi

Selasa 05 Jul 2022 20:03 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ilham Tirta

Ganja medis (ilustrasi).

Ganja medis (ilustrasi).

Foto: Republika
Harus ada penelitian terbaru kemanfaatan tanaman ganja untuk kepentingan medis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR, Romo H.R. Muhammad Syafi'i menegaskan, Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika mendesak segera untuk direvisi mengingat adanya tuntutan perkembangan zaman dari sisi akademik. Salah satunya, ia mengungkapkan seperti adanya penelitian terbaru tentang kemanfaatan tanaman ganja untuk kepentingan medis.

Demikian disampaikan Politisi Fraksi Partai Gerindra ini usai Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Komisi III DPR tentang 'Urgensi Revisi UU Hukum Acara Perdata dan UU Narkotika' yang digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga

Ia menilai, UU Narkotika masa berlakunya sudah cukup lama. Sementara, perkembangan akademik semakin berkembang. Salah satunya, ternyata ada penelitian terbaru tentang ganja.

"Ganja berdasar hasil penelitian akademik Profesor Musri Musman di Universitas Syiah Kuala dan referensi internasional ada 1.269 senyawa kimia dan hanya 1 senyawa berbahaya bernama Tetrahydrocannabinol (THC),” ujar Syafii.

Ia menyatakan, banyak hal yang harus segera direvisi dalam UU Narkotika mengingat pendekatan selama ini yang digunakan hanya pendekatan hukum dimana ganja masuk golongan I narkotika. Sehingga, berdampak pada terhalangnya kepentingan untuk kesehatan.

Padahal, menurut dia, dalam hasil penelitian ternyata dalam ganja minus THC banyak sekali persoalan kesehatan seperti stunting yang bisa diatasi dengan minyak biji ganja. Namun demikian, tetap diperlukan dilakukan penegakan hukum secara tegas jika ditemukan adanya penyalahgunaan ganja untuk rekreasional.

“Tetapi, kalau secara terkontrol digunakan terbatas untuk medis maka saya kira UU Narkotika harus berpihak kepada kepentingan kesehatan. Jadi, saya kira memang sudah mendesak dan menjadi sangat penting untuk segera dilakukan adanya perubahan UU Nomor 35 2009 tentang Narkotika ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA