Selasa 05 Jul 2022 19:44 WIB

Idul Adha 9 atau 10 Juli Keduanya Punya Dasar, MUI Sulsel: Saling Hargai

MUI Sulsel mengajak umat Islam saling hargai perbedaan Idul Adha.

Ilustrasi sholat Idul Adha. MUI Sulsel mengajak umat Islam saling hargai perbedaan Idul Adha.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Ilustrasi sholat Idul Adha. MUI Sulsel mengajak umat Islam saling hargai perbedaan Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan enam poin maklumat berkaitan perbedaan hari dan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah baik dari keputusan pemerintah maupun organisasi Islam Muhammadiyah.

Ketua MUI Sulsel, Prof KH Najamuddin, melalui siaran persnya diterima, Selasa (5/7/2022) menjelaskan, yang pertama berdasarkan keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia, menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 bertepatan pada 1 Juli 2022, maka hari Raya Idul Adha jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. 

Baca Juga

Kedua, adapun Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal 1 Dzulhijah pada 30 Juni 2022, selain itu Pemerintah Arab Saudi juga memutuskan Jumat 8 Juli 2022 adalah Hari Wuquf, sehingga lebaran Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada Sabtu 9 Juli 2022.

Ketiga, dua versi Idul Adha di atas merupakan ijtihad dari lembaga yang memiliki otoritas dan kompetensi dalam bidang Falakiyah dalam menetapkan hilal bulan Qamariyah, baik melalui metode rukyat ataupun metode hisab.

"Selain dua metode tersebut, hal yang memungkinkan terjadinya perbedaan karena perbedaan letak geografis satu negara yang menyebabkan terjadinya derajat ketinggian hilal yang berbeda beda," katanya menjelaskan.

Keempat, mengingat kedaulatan suatu negara dalam menetapkan awal bulan Qamariyah serta perbedaan metode dalam dua pendekatan yakni rukyat dan hisab didasari pada Alquran dan hadits serta ijtihad para ulama, maka semua pendekatan tersebut mengandung kebenaran.

"Karena itu, tidaklah pantas menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Umat Islam disilakan memilih sesuai dengan keyakinannya. Pilihan itu adalah rahmat bagi umat," harapnya mengimbau. 

Kelima, konsekuensi perbedaan lebaran juga berdampak pada perbedaan pandangan tentang puasa sunnah pada 9 Dzulhijjah. Bagi yang berlebaran pada hari Sabtu, 9 Juli, maka boleh (disunnahkan) berpuasa 9 Dzulhijjah pada Jumat 8, Juli 2022.

Bagi yang berlebaran pada Ahad, 10 Juli 2022, maka boleh (disunnahkan) berpuasa 9 Dzulhijah pada Sabtu 9 Juli 2022.

Keenam, selain perbedaan pandang dalam melakukan puasa 9 Dzulhijah, perbedaan juga akan terjadi pada batas akhir hari Tasyrik.

Bagi yang berlebaran pada 10 Juli, maka hari Tasyriq berakhir pada 13 Juli 2022. Demikian maklumat ini dibuat untuk menjadi pedoman bagi umat Islam untuk beribadah dengan khusyuk dan penuh ketenangan.    

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement