Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Ada 2.057 Kasus PMK di Banten, 40 Persennya di Kota Tangerang

Rabu 06 Jul 2022 02:07 WIB

Rep: eva rianti/ Red: Hiru Muhammad

Petugas kargo melakukan bongkar muat vaksin untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setibanya dari Prancis di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (4/7/2022). Sebanyak 94.000 dosis Vaksin PMK kedatangan tahap ketiga ini melengkapi rangkaian importasi vaksin PMK pesanan Pemerintah Indonesia dari Prancis dengan total 3.104.000 dosis vaksin, yang diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran virus PMK pada hewan.

Petugas kargo melakukan bongkar muat vaksin untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setibanya dari Prancis di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (4/7/2022). Sebanyak 94.000 dosis Vaksin PMK kedatangan tahap ketiga ini melengkapi rangkaian importasi vaksin PMK pesanan Pemerintah Indonesia dari Prancis dengan total 3.104.000 dosis vaksin, yang diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran virus PMK pada hewan.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Provinsi Banten telah menerima sebanyak 1.100 dosis vaksin PMK sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Provinsi Banten mencatat ada lebih dari 2.000 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Banten. Sebanyak 40 persen diantaranya ada di Kota Tangerang. 

"Di Provinsi Banten sebanyak 2.057 hewan ternak telah terinfeksi PMK. Terbanyak di wilayah Tangerang mencapai 843 hewan ternak. Mayoritas akibat mobilitas ternak menjelang Idul Adha," kata Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Selasa (5/7/2022). 

Baca Juga

Al Muktabar menuturkan, para hewan ternak yang terpapar PMK secara rutin menjalani perawatan dan pengobatan hingga akhirnya sembuh. "Untuk tingkat kesembuhan mencapai 36 persen sampai 42 persen," tuturnya. 

Dengan banyaknya kasus PMK yang bermunculan di Banten, Al Muktabar memastikan untuk serius menangani masalah tersebut. Diantara upaya yang dilakukan yakni pemberian vaksin bagi hewan ternak untuk menekan penyebaran wabah tersebut secara lebih luas. 

Al Muktabar diketahui turut mengawal kedatangan vaksin PMK ketiga ke Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kemarin, Senin (4/7/2022). Ada sebanyak 94 ribu dosis vaksin PMK yang diimpor dari Perancis. "Pemerintah hadir dan sangat serius untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku. Kita harap masyarakat tenang, Pemerintah akan menangani dengan sungguh-sungguh," ujarnya. 

Al Muktabar menyebut, Provinsi Banten telah menerima sebanyak 1.100 dosis vaksin PMK sebelumnya. Pihaknya akan mengajukan kembali sebanyak 1.100 dosis vaksin PMK ke Kementerian Pertanian. 

Angka tersebut terbilang masih minim, namun dipastikan akan terus datang secara berangsur untuk memenuhi kebutuhan. Menurut catatan Dinas Pertanian Banten, ada sebanyak 37 ribu populasi sapi, 54 ribu ekor kerbau, dan 600 ribu ekor kambing, serta 400 ribu ekor domba di Banten. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA