Selasa 05 Jul 2022 16:19 WIB

Kongo Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola ke-14

Republik Demokratik Kongo sudah mencatatkan 14 wabah Ebola sejak 1976.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Republik Demokratik Kongo telah mengumumkan berakhirnya wabah Ebola ke-14 di negara tersebut.
Foto: AP
Republik Demokratik Kongo telah mengumumkan berakhirnya wabah Ebola ke-14 di negara tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, KINSHASA -- Republik Demokratik Kongo telah mengumumkan berakhirnya wabah Ebola ke-14 di negara tersebut. Deklarasi itu terjadi kurang dari tiga bulan setelah Kongo kembali menemukan kasus Ebola.

“Berkat tanggapan yang kuat dari otoritas nasional (Kongo), wabah ini telah berakhir dengan cepat dengan penularan virus yang terbatas,” kata Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika Matshidiso Moeti, Senin (4/7/2022), dikutip laman UN News.

Baca Juga

Menurut WHO, terdapat empat kasus Ebola terkonfirmasi dan satu dugaan kasus yang ditemukan di Kongo. Mereka semua tak berhasil selamat. Wabah Ebola terbaru itu berlangsung di provinsi Equateur di barat laut Kongo.

Itu merupakan wabah Ebola ketiga yang terjadi di Equateur. Pada Juni hingga November 2020, terdapat 130 kasus Ebola yang ditemukan di sana. Sebanyak 55 pasien di antaranya meninggal. Menurut WHO, kemunculan kembali wabah Ebola di Equateur telah membuat 2.104 orang divaksinasi, termasuk 302 orang dengan kontak dan 1.307 pekerja garis depan.

Republik Demokratik Kongo sudah mencatatkan 14 wabah Ebola sejak 1976. Enam di antaranya terjadi sejak 2018. “Afrika mengalami peningkatan Ebola dan penyakit menular lainnya yang berpindah dari hewan ke manusia yang berdampak pada daerah perkotaan besar,” kata Matshidiso Moeti.

Namun karena wabah terus berulang, respons dalam penanganan juga semakin baik. “Kita perlu lebih waspada untuk memastikan kita menangkap kasus dengan cepat. Respons wabah ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kesiapsiagaan, pengawasan penyakit, dan deteksi cepat, kita dapat tetap selangkah lebih maju,” ucap Moeti. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement