Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Kemenkes Catat 488 Kematian Akibat Demam Berdarah di 2022

Selasa 05 Jul 2022 15:13 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nora Azizah

Petugas menunjukkan stok trombosit di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya, Jawa Timur.

Petugas menunjukkan stok trombosit di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya, Jawa Timur.

Foto: ANTARA /Rizal Hanafi
Kemenkes catat 488 kematian akibat demam berdarah (DBD) hingga pekan ke 23 di 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan peningkatan kasus demam berdarah selalu meningkat dari tahun ke tahun. Diketahui, penyakit demam berdarah ini adalah penyakit endemik di daerah tropis dan subtropis.

Hingga pekan ke-23 di 2022 secara kumulatif terlaporkan ada 52.313 kasus dan 488 kematian karena DBD. Data ini terlaporkan dari 451 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Baca Juga

“Perlu diupayakan bahwa kesadaran terhadap masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah ini menjadi salah satu yang sangat penting. Kementerian Kesehatan dalam hal ini tidak bisa turun sendiri secara eksklusif untuk mengatasi demam berdarah karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat,” katanya di gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Salah satu cara yang dilakukan Kemenkes adalah dengan melepaskan mobil edukasi dengue di gedung Kementerian Kesehatan RI, Selasa. Dikatakan dr. Dante pelepasan mobil edukasi dengue merupakan salah satu upaya mencegah penularan demam berdarah di masyarakat.

Mobil jenis ini secara bertahap akan beroperasi di 100 titik di Indonesia. Fungsi dari mobil edukasi dengue adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan demam berdarah.

Untuk tahap awal, mobil edukasi ini akan menyasar sekolah dasar, pasar, RS, dan ibu-ibu PKK di beberapa kota yaitu, Bandung, Cirebon, Yogya, dan Malang. Diketahui, sebelum COVID-19, Indonesia sudah memiliki wabah tahunan yang terus ada hingga sekarang, yaitu Demam Berdarah Dengue.

Chief Sales Officer Enesis Group Ryan Tirta Yudhistira mengatakan mobil edukasi keliling ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan dengue melalui pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus.

“Edukasi kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk mencegah penyebaran penyakit dengue bukan hanya menjadi tugas dari pemerintah, tetapi tugas kita semua. Maka dari Enesis mewujudkannya dengan program mobil edukasi keliling,” ucap Ryan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA