Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Kemendag Klaim Harga Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribu per Liter

Selasa 05 Jul 2022 13:50 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan minyak goreng saat meninjau bahan pokok dan minyak goreng di Pasar Ciracas, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Kementerian Perdagangan mengklaim harga minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar tradisional saat ini sudah turun menyentuh angka Rp 14 ribu per liter untuk wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan minyak goreng saat meninjau bahan pokok dan minyak goreng di Pasar Ciracas, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Kementerian Perdagangan mengklaim harga minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar tradisional saat ini sudah turun menyentuh angka Rp 14 ribu per liter untuk wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali.

Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Orang-orang tidak berebut lagi karena harga rata-rata sudah Rp 14 ribu per liter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan mengklaim harga minyak goreng curah yang dijual di pasar-pasar tradisional saat ini sudah turun menyentuh angka Rp 14 ribu per liter untuk wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali.

"Orang-orang tidak berebut lagi karena harga rata-rata sudah Rp 14 ribu per liter untuk jenis curah, pakai plastik maupun yang dikemas," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat melakukan peninjauan minyak goreng curah rakyat di Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga

Saat ini, harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng curah berada pada angka Rp 14 ribu per liter. Bahkan beberapa daerah di Jawa dan Bali, kata Zulkifli, harga minyak goreng ada yang berada di bawah harga eceran tertinggi.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata minyak goreng curah secara nasional saat ini berada pada angka Rp 15 ribu per liter karena minyak goreng di wilayah timur Indonesia masih menyentuh harga Rp20 ribu per liter. Zulkifli mengungkapkan penyebab harga minyak goreng curah di Sulawesi dan Papua masih mahal akibat terkendala logistik.

"Ongkos kirim mahal. Apalagi minyak goreng ini satu galon besar isinya satu ton, ongkosnya mahal," terang Zulkifli.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah logistik distribusi minyak goreng di Sulawesi dan Papua demi mewujudkan keadilan harga pangan di masyarakat. Dalam waktu dekat, pemerintah berencana akan mendistribusikan minyak goreng dalam bentuk kemasan ke wilayah timur Indonesia untuk mengatasi kendala logistik karena distribusi minyak goreng kemasan lebih mudah.

"Minyak goreng Rp 14 ribu akan kami kemas dengan kemasan sederhana. Mungkin lebih murah dan lebih mudah, sehingga nanti tempat-tempat yang jauh seperti Sulawesi dan Papua bisa lebih murah dari rata-rata Rp 20 ribu per liter," ucap Zulkifli.

BUMN perdagangan dan logistik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menyatakan kesiapannya dalam membantu pemerintah untuk menyediakan minyak goreng murah bagi masyarakat. Khusus di Jakarta, perseroan menyediakan sembilan stock point minyak goreng curah rakyat dengan jumlah pasokan mencapai 2.000 liter untuk setiap stock point tersebut. Adapun jumlah secara nasional telah tersebar pada 94 kota di 19 provinsi.

PPI mencatat jumlah mitra Warung Pangan yang menyediakan minyak goreng curah ada 4.391 unit. Minyak goreng curah tersebut diperoleh dari berbagai perusahaan penyedia, seperti Sinar Mas maupun PTPN.

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati mengatakan pihaknya akan mendistribusikan langsung minyak goreng kemasan ke daerah-daerah yang menjadi target pemerintah supaya harga minyak goreng di sana bisa segera turun. "Terutama yang belum terjangkau karena kita harus melihat sampai keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia. Kami akan melakukan secara bertahap, Kementerian Perdagangan akan melakukan dalam waktu dekat dengan merek Minyak Kita," ungkap Nina.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA