Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Surat Pendiri AS Dipamerkan ke Publik

Rabu 06 Jul 2022 00:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Uang kertas 10 dolar AS yang menampilkan Alexander Hamilton. Sebuah surat yang ditulis oleh Alexander Hamilton pada 1780 dan diyakini dicuri beberapa dekade lalu dari arsip negara bagian Massachusetts akan kembali dipajang.

Uang kertas 10 dolar AS yang menampilkan Alexander Hamilton. Sebuah surat yang ditulis oleh Alexander Hamilton pada 1780 dan diyakini dicuri beberapa dekade lalu dari arsip negara bagian Massachusetts akan kembali dipajang.

Foto: wikimedia
Surat yang ditulis oleh Alexander Hamilton pada 1780 akan kembali dipajang

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON -- Sebuah surat yang ditulis oleh Alexander Hamilton pada 1780 dan diyakini dicuri beberapa dekade lalu dari arsip negara bagian Massachusetts akan kembali dipajang. Surat bapak pendiri Amerika Serikat (AS) ini akan menjadi karya unggulan di pameran tahunan Commonwealth Museum pada 4 Juli.

Pameran ini adalah pertama kalinya publik mendapat kesempatan untuk melihat surat tersebut sejak dikembalikan ke negara bagian setelah pertempuran pengadilan yang panjang. Ini akan ditampilkan bersama salinan asli Deklarasi Kemerdekaan Massachusetts.

Hamilton menulis surat kepada bangsawan Prancis yang menjabat sebagai jenderal di Angkatan Darat Kontinental Marquis de Lafayette. Surat ini tertanggal 21 Juli 1780 dan merinci ancaman Inggris yang akan segera terjadi terhadap pasukan Prancis di Rhode Island.

"Kami baru saja menerima saran dari New York melalui saluran yang berbeda bahwa musuh sedang melakukan embarkasi yang mengancam armada dan tentara Prancis," tulis Hamilton.

"Lima puluh kapal angkut dikatakan telah naik ke Sound untuk menerima pasukan dan melanjutkan langsung ke Rhode Island," ujar tulisan surat tersebut dengan bertanda "Yr. Most Obedt, A. Hamilton, Aide de Camp."

Surat itu diteruskan oleh Jenderal Massachusetts William Heath kepada para pemimpin negara bagian. Permintaan ini, menurut Kantor Sekretaris Persemakmuran William Galvin, bersama dengan permintaan pasukan untuk mendukung sekutu Prancis.

Tulisan itu diyakini telah dicuri selama Perang Dunia II oleh seorang pekerja arsip negara, kemudian dijual secara pribadi. Benda ini pun muncul kembali beberapa tahun yang lalu ketika seorang juru lelang di Virginia menerimanya dari sebuah keluarga yang ingin menjualnya.

Rumah lelang memutuskan bahwa itu telah dicuri dan menghubungi FBI. Pengadilan banding federal memutuskan pada Oktober, bahwa itu milik negara bagian.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA