Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Sudah 309 Penembakan Massal Terjadi di AS

Selasa 05 Jul 2022 10:20 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Bendera Amerika.

Bendera Amerika.

Foto: EPA
Penembakan di parade Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Chicago

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Penembakan di parade Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Chicago pada Senin (4/7/2022) menjadi yang ke 309 kalinya terjadi di AS sejauh ini.

Menurut Arsip Kekerasan Senjata, ada 309 penembakan massal yang terjadi di AS sejauh ini pada 2022. Penembakan termasuk setidaknya tiga lainnya pada 4 Juli di tempat berbeda, meskipun tanpa korban jiwa.

Baca Juga

"Sungguh menghancurkan bahwa perayaan Amerika dicabik-cabik oleh wabah unik Amerika kami," kata Gubernur Illinois JB Pritzker kepada wartawan, Senin dikutip laman Channel News Asia, Selasa (5/7/2022).

"Satu hari yang didedikasikan untuk kebebasan telah melegakan satu-satunya kebebasan yang kita sebagai bangsa tolak untuk tegakkan, kebebasan sesama warga kita untuk hidup tanpa ketakutan sehari-hari akan kekerasan senjata," ujarnya menambahkan.

Penembakan di Chicago adalah bagian dari gelombang kekerasan senjata. Menurut Arsip Kekerasan Senjata AS, 40 ribu kematian per tahun disebabkan oleh senjata api.

Peristiwa itu menutupi Hari Kemerdekaan Amerika, di mana kota-kota di seluruh negeri mengadakan parade serupa. Penduduk AS banyak yang mengenakan variasi bendera AS  mengadakan barbekyu, menghadiri acara olahraga, dan berkumpul untuk pertunjukan kembang api.

"Kami bersiap-siap untuk berbaris di jalan dan kemudian orang-orang tiba-tiba mulai berlari mengejar, seperti berlari ke arah kami. Dan tepat sebelum itu terjadi, kami mendengar pop, pop, pop, pop, pop, dan saya pikir itu kembang api," kata Emily Prazak, warga yang mengikuti parade.

Pemerintah Joe Biden berupaya untuk menghentikan kekerasan senjata yang terjadi di negaranya. Biden menyuarakan keterkejutannya dan bersumpah untuk terus memerangi "epidemi kekerasan senjata" yang melanda negara itu. "Saya tidak akan menyerah," katanya.

Pekan lalu, Biden menandatangani undang-undang federal pertama yang signifikan tentang keamanan senjata dalam beberapa dekade. Ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa orang Amerika memiliki hak mendasar untuk membawa pistol di depan umum.

Perdebatan yang sangat memecah belah tentang pengendalian senjata api dihidupkan kembali oleh dua pembantaian pada Mei yang menyebabkan 10 pembeli supermarket kulit hitam ditembak mati di bagian utara New York dan 21 orang, kebanyakan anak-anak, dibunuh di sebuah sekolah dasar di Texas.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA