Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Sydney Hadapi Banjir Terburuk dalam 18 Bulan

Selasa 05 Jul 2022 08:12 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Seorang pria melihat tempat olahraga yang terendam banjir di Camden di pinggiran Sydney, Australia, Senin, 4 Juli 2022. Lebih dari 30.000 penduduk Sydney dan sekitarnya telah diperintahkan untuk mengungsi atau bersiap untuk meninggalkan rumah mereka pada hari Senin sebagai yang terbesar di Australia kota bersiap menghadapi banjir terburuk dalam 18 bulan.

Seorang pria melihat tempat olahraga yang terendam banjir di Camden di pinggiran Sydney, Australia, Senin, 4 Juli 2022. Lebih dari 30.000 penduduk Sydney dan sekitarnya telah diperintahkan untuk mengungsi atau bersiap untuk meninggalkan rumah mereka pada hari Senin sebagai yang terbesar di Australia kota bersiap menghadapi banjir terburuk dalam 18 bulan.

Foto: AP Photo/Mark Baker
Australia menghadapi banjir keempat dan mungkin yang terburuk dalam 18 bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Banjir yang terjadi di Sydney, Australia, diperkirakan akan lebih buruk dari banjir-banjir sebelumnya. Lebih dari 30 ribu penduduk Sydney dan sekitarnya telah diperintahkan untuk mengungsi atau bersiap untuk meninggalkan rumah pada Senin (4/7/2022).

"Informasi terbaru yang kami miliki adalah bahwa ada peluang yang sangat besar bahwa banjir akan lebih buruk daripada tiga banjir lainnya yang terjadi di daerah-daerah itu dalam 18 bulan terakhir,” kata Menteri Manajemen Darurat Murray Watt kepada Australian Broadcasting Corp.

Australia menghadapi banjir keempat dan mungkin yang terburuk dalam 18 bulan. Hujan deras sejak menyebabkan bendungan meluap dan saluran air jebol pada Jumat (1/7/2022), membawa status darurat banjir lagi bagi kota berpenduduk lima juta orang itu. Watt menyatakan, banjir saat ini mungkin mempengaruhi daerah yang berhasil tetap kering selama banjir sebelumnya.

Perdana Menteri negara bagian New South Wales Dominic Perrottet mengatakan, 32.000 orang terkena dampak perintah dan peringatan evakuasi. "Anda mungkin berharap melihat jumlah itu meningkat selama seminggu," katanya.

Layanan darurat telah melakukan 116 penyelamatan banjir dalam beberapa hari terakhir, 83 di antaranya sejak pukul 21.00 waktu setepat pada Ahad (3/7/2022). Sedangkan masih ada ratusan lagi permintaan bantuan dibuat pada Senin.

Manajer Biro Meteorologi Australia Jane Golding mengatakan, beberapa daerah antara Newcastle, utara Sydney, dan Wollongong, selatan Sydney telah menerima lebih dari satu meter hujan dalam 24 jam sebelumnya. Beberapa telah menerima lebih dari 1,5 meter.

Jumlah tersebut mendekati curah hujan tahunan rata-rata untuk wilayah pesisir New South Wales. "Sistem yang telah menghasilkan cuaca ini memang menunjukkan tanda-tanda akan mereda besok, tetapi sepanjang hari ini, diperkirakan akan ada lebih banyak hujan,” ujarnya.

Hujan diperkirakan turun di seluruh pantai New South Wales, termasuk Sydney, sepanjang minggu. Biro Meteorologi mengatakan, hingga 12 sentimeter hujan bisa turun di Sydney pada Senin.

Bahaya banjir paling tinggi di sepanjang Sungai Hawkesbury, di barat laut Sydney, dan Sungai Nepean di barat Sydney. "Airnya mengalir sangat cepat. Ini berbahaya di sungai dan kami memiliki lebih banyak hujan yang turun yang berarti risiko banjir bandang belum berakhir," kata Golding.

Komisaris Layanan Darurat Negara Bagian Carlene York mengatakan, angin kencang telah menumbangkan pohon, merusak atap dan memblokir jalan. Dia menyarankan agar tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA