Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Jember Naik Jelang Idul Adha

Senin 04 Jul 2022 21:31 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Pedagang daging ayam melayani pembeli di pasar (ilustrasi). Harga beberapa bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Di antaranya karena pasokan berkurang dan permintaan meningkat.

Pedagang daging ayam melayani pembeli di pasar (ilustrasi). Harga beberapa bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Di antaranya karena pasokan berkurang dan permintaan meningkat.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Salah satu sebabnya karena pasokan berkurang dan permintaan meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Harga beberapa bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Di antaranya karena pasokan berkurang dan permintaan meningkat.

"Beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan yakni bawang merah, cabai rawit, cabai merah besar, tomat, daging ayam, dan telur ayam ras," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Bambang Saputro di Jember, Senin (4/7/2022).

Baca Juga

Menurut dia, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Jember kini berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga komoditas tersebut berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit terus meroket di beberapa pasar tradisional hingga menembus Rp 100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya harga masih di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. "Naiknya harga telur ayam ras dari Rp 24 ribu menjadi Rp 26 ribu per kilogram juga disebabkan pasokan dari luar daerah juga berkurang, sehingga stok yang ada terbatas," tuturnya.

Ia mengatakan, naiknya beberapa harga komoditas pangan tersebut masih kategori wajar, namun petugas terus melakukan pemantauan setiap hari untuk mengecek harga dan ketersediaan komoditas pangan tersebut. "Beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan karena permintaan yang tinggi menjelang Idul Adha, namun pasokan komoditas tersebut berkurang seperti bawang merah yang biasanya dipasok dari Probolinggo," katanya.

Bambang menjelaskan kenaikan beberapa harga bahan pokok tersebut diakibatkan karena produktivitas panen mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem dan gagal panen sehingga pasokan berkurang. "Selain itu, pasokan sedikit karena kurangnya para petani yang menanam produk tersebut, dan bertepatan menjelang Hari Raya Idul Adha permintaan cukup tinggi," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, beberapa komoditas lainnya masih terpantau stabil seperti beras, daging sapi, dan gula pasir, bahkan harga minyak goreng mulai turun dari Rp 24 ribu menjadi Rp 23 ribu per liter.

Sementara salah seorang pedagang daging ayam, Fatimah, mengatakan harga daging ayam per hari ini di Pasar Tanjung Jember mengalami kenaikan Rp 2.000 per kilogram dari Rp 36 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. "Harga daging ayam ras masih fluktuatif, kadang naik dan kadang turun, namun biasanya menjelang Hari Raya Idul Adha cenderung naik karena permintaan cukup tinggi," kata Fatimah menambahkan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA