Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

PM: Ukraina Butuh 750 Miliar Dolar AS untuk Pemulihan

Selasa 05 Jul 2022 00:01 WIB

Red: Friska Yolandha

 Tim penyelamat Ukraina beristirahat ketika mereka membersihkan puing-puing di sebuah sekolah setelah serangan roket pagi hari di daerah perumahan Kharkiv, Ukraina, 04 Juli 2022. Ukraina membutuhkan 750 miliar dolar AS untuk rencana pemulihan setelah invasi Rusia.

Tim penyelamat Ukraina beristirahat ketika mereka membersihkan puing-puing di sebuah sekolah setelah serangan roket pagi hari di daerah perumahan Kharkiv, Ukraina, 04 Juli 2022. Ukraina membutuhkan 750 miliar dolar AS untuk rencana pemulihan setelah invasi Rusia.

Foto: EPA-EFE/SERGEY KOZLOV
PM Denys Shmygal menyebutkan pemulihan Ukraina berlangsung dalam tiga tahapan.

REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Ukraina membutuhkan 750 miliar dolar AS untuk rencana pemulihan setelah invasi Rusia. Perdana Menteri Denys Shmygal mengatakan pemulihan dilakukan dalam tiga tahap.

Dalam Konferensi Pemulihan Ukraina yang diselenggarakan oleh Swiss, ia mengataan bahwa telah terjadi lebih dari 100 miliar dolar AS kerusakan langsung pada infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia. Shmygal menambahkan, pemerintah Ukraina percaya sumber utama pendanaan untuk rencana pemulihan adalah aset yang disita dari oligarki Rusia.

Baca Juga

"Hari ini, kerugian infrastruktur langsung Ukraina mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS," katanya. 

"Siapa yang akan membayar rencana pembaruan, yang sudah bernilai 750 miliar dolar AS?" 

Dia mengatakan rencana pemulihan Ukraina memiliki tiga fase. Pertama, berfokus pada perbaikan hal-hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat seperti pasokan air yang sedang berlangsung, Kemudian, komponen percepatan pemulihan akan diluncurkan segera setelah pertempuran berakhir. Ini termasuk perumahan sementara, serta rumah sakit dan sekolah. Terakhir, fase yang bertujuan untuk memperbaiki negara untuk jangka panjang.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA