Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Ibuprofen Bisa Picu Penyakit Ginjal Kronis Kalau Dikonsumsi Berlebihan

Senin 04 Jul 2022 21:10 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Obat pereda nyeri (ilustrasi). Ibuprofen merupakan obat pereda nyeri dan demam yang populer. Jika dikonsumsi berlebihan, ibuprofen dapat memicu penyakit ginjal kronis.

Obat pereda nyeri (ilustrasi). Ibuprofen merupakan obat pereda nyeri dan demam yang populer. Jika dikonsumsi berlebihan, ibuprofen dapat memicu penyakit ginjal kronis.

Foto: www.freepik.com.
Kenali efek samping konsumsi ibuprofen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ibuprofen adalah obat pereda nyeri dan demam yang populer. Hanya saja, seperti semua obat-obatan, ibuprofen bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, beberapa di antaranya bisa berbahaya.

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), pergelangan kaki yang bengkak setelah mengonsumsi ibuprofen bisa berarti Anda mengalami masalah ginjal. Jika ini masalahnya, Anda disarankan segera berkonsultasi dengan dokter. Darah yang terdapat dalam urine juga bisa menunjukkan masalah dengan ginjal.

Baca Juga

Masalah ginjal yang terkait ibuprofen termasuk penyakit ginjal kronis (CKD). Ini kondisi jangka panjang di mana ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya.

"CKD bisa memburuk dari waktu ke waktu dan akhirnya ginjal bisa berhenti bekerja sama sekali, tapi ini jarang terjadi. Banyak orang dengan CKD bisa berumur panjang dengan kondisi tersebut,” kata NHS seperti dilansir dari Express, Senin (4/7/2022).

Penyakit ginjal kronis biasanya disebabkan kondisi lain yang membebani ginjal. Ini dapat mencakup tekanan darah tinggi yang bisa membebani pembuluh darah kecil di ginjal dan menghentikan kerja ginjal dengan baik, diabetes, kolesterol tinggi, infeksi ginjal, glomerulonephritis, serta penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dan teratur seperti lithium dan obat antiinflamasi nonsteroid.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA