Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Ini Pemicu Runtuhnya Gletser Terbesar di Alpen, Ilmuwan Khawatir Runtuh Lanjutan

Senin 04 Jul 2022 14:23 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih

Salju di pegunungan alpen.

Salju di pegunungan alpen.

Foto: BBC
Bencana melanda satu hari setelah rekor suhu tertinggi 10 derajat Celcius di puncak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gletser terbesar di pegunungan Alpen, Italia runtuh. Seorang juru bicara layanan darurat mengatakan longsoran salju yang dipicu oleh runtuhnya gletser terbesar di Pegunungan Alpen Italia menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai delapan lainnya pada Ahad (3/7/2022).

Dilansir Phys, Senin (4/7/2022) Gletser runtuh di gunung Marmolada, yang tertinggi di Dolomites Italia, dekat desa kecil Punta Rocca. Bencana melanda satu hari setelah rekor suhu tertinggi 10 derajat Celcius (50 derajat Fahrenheit) tercatat di puncak gletser.

Baca Juga

“Longsoran salju, es, dan batu menghantam jalur akses pada saat ada beberapa pesta bertali, beberapa di antaranya hanyut,” kata juru bicara layanan darurat Michaela Canova kepada AFP.

Dia tidak merinci kewarganegaraan para korban. Helikopter dikerahkan untuk mengambil bagian dalam penyelamatan dan memantau situasi dari udara. Tim penyelamat di wilayah Veneto terdekat di timur laut Italia mengatakan mereka telah mengerahkan semua tim Alpine mereka, termasuk anjing pelacak.

Dikhawatirkan runtuh lebih lanjut

Gambar yang difilmkan dari tempat perlindungan yang dekat dengan insiden itu menunjukkan salju dan batu meluncur menuruni lereng gunung dan menyebabkan suara gemuruh. Rekaman lain yang diambil oleh turis di ponsel mereka menunjukkan longsoran abu-abu menyapu semua yang dilaluinya.

Tim penyelamat gunung merilis gambar yang menunjukkan penyelamat dan helikopter di tempat kejadian untuk membawa korban dari lembah ke desa Canazei.

Para ahli yang dikutip oleh harian Corriere della Sera mengatakan mereka khawatir akan runtuhnya es lebih lanjut. Spesialis gletser Renato Colucci mengatakan kepada agen Italia AGI bahwa fenomena itu "pasti akan terulang kembali", karena selama berminggu-minggu suhu di ketinggian di Pegunungan Alpen jauh melampaui nilai normal.

Suhu hangat baru-baru ini telah menghasilkan sejumlah besar air dari gletser yang mencair yang menumpuk di dasar balok es dan menyebabkannya runtuh, tambahnya.Gletser Marmolada adalah yang terbesar di pegunungan Dolomites, yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Italia dan terletak di sisi utara Marmolada.

Gletser, yang dijuluki "ratu Dolomites", mengaliri sungai Avisio dan menghadap ke Danau Fedaia di provinsi Otonomi Trento di Italia.

Menurut laporan bulan Maret oleh UN Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pencairan es dan salju adalah salah satu dari 10 ancaman utama yang disebabkan oleh Skandinavia, Eropa tengah dan Kaukasus bisa kehilangan antara 60 dan 60 persen dari massa mereka pada akhir abad ini.

Cara hidup tradisional orang-orang seperti Sami di Lapland Finlandia, yang memelihara rusa, telah terpengaruh. Pencairan permafrost juga menghambat kegiatan ekonomi di Kanada dan Rusia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA