Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Rusia Salahkan Ukraina Atas Ledakan di Belgorod

Senin 04 Jul 2022 07:12 WIB

Red: Esthi Maharani

Rusia menyebut ledakan yang menewaskan tiga orang dan merusak belasan bangunan tempat tinggal di Kota Belgorod, merupakan serangan rudal dari Ukraina.

Rusia menyebut ledakan yang menewaskan tiga orang dan merusak belasan bangunan tempat tinggal di Kota Belgorod, merupakan serangan rudal dari Ukraina.

Foto: AP/Maxar Technologies
Rusia menyebut ledakan di Kota Belgorod, merupakan serangan rudal dari Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Rusia menyebut ledakan yang menewaskan tiga orang dan merusak belasan bangunan tempat tinggal di Kota Belgorod, merupakan serangan rudal dari Ukraina.

"Saya tekankan bahwa serangan rudal ini sengaja direncanakan dan diluncurkan ke penduduk sipil di kota-kota Rusia," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov, Ahad (3/7/2022).

Konashenkov mengatakan pertahanan udara Rusia telah menghancurkan tiga rudal Tochka-U, tetapi pecahan salah satunya jatuh di bangunan tempat tinggal. Dia mengatakan rudal-rudal juga telah menghancurkan pesawat tanpa awak Ukraina yang sarat bahan peledak mendekati Kursk, kota lain di Rusia selatan. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi klaim tersebut.

Sejak Rusia menginvasi negara tetangganya itu pada 24 Februari 2022, ada banyak laporan serangan di Belgorod dan wilayah lain yang berbatasan dengan Ukraina. Moskow menuduh Kiev melakukan serangan tersebut. Ukraina belum mengaku bertanggung jawab tetapi telah menggambarkan insiden di toko senjata dan lokasi lain sebagai "karma" untuk invasi Rusia.

Belgorod adalah kota berpenduduk hampir 400.000 orang yang terletak sekitar 40 km di utara perbatasan dengan Ukraina. Gubernur Vyacheslav Gladkov mengatakan sedikitnya empat orang terluka dan dua dirawat di rumah sakit dalam insiden terbaru, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

Selain itu, sedikitnya 11 apartemen dan 39 rumah rusak, termasuk di antaranya lima rumah yang hancur, tulis Gladkov dalam unggahannya di aplikasi perpesanan Telegram.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA