Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Kalimantan Selatan Bisa Lebih Kaya dari Brunei, Asal...

Rabu 14 Mar 2012 22:13 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Peta Kalimantan Selatan (ist)

Peta Kalimantan Selatan (ist)

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Tokoh Kalimantan, Sulaiman HB berpendapat, Kalimantan Selatan lebih kaya dibanding Brunei Darussalam. Syaratnya, Kalsel yang dianugerahi sumber daya alam yang sangat melimpah harus digarap dengan baik.

Sulaiman yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses itu menyebut, masalahnya hingga kini banyak potensi SDA yang belum tergarap dengan baik.

"Tidak usah jauh-jauh, kita memiliki hak terhadap dana reboisasi yang nilainya cukup besar dan hingga kini tidak diketahui secara pasti di mana rimbanya dana tersebut," kata Sulaiman saat menjadi pembicara dalam dialog tokoh Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Rabu (14/3).

Padahal, dulu di Kalsel terdapat puluhan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang kini sebagian besar telah gulung tikar. HPH-HPH tersebut berkewajiban menyetor dana reboisasi ke pemerintah pusat. Sayangnya, hingga saat ini dana tersebut belum dikucurkan kembali ke Kalsel kendati hutannya telah habis ditebang dan alamnya telah rusak.

"Seandainya dana tersebut bisa ditarik, dan sebagian warga warga Kalsel mendapatkan kesempatan untuk menanam di lahan seluas enam hektare, saya yakin di daerah ini akan tumbuh pengusaha-pengusaha perkebunan yang hebat," lugas Sulaiman.

Tak hanya hutan, Sulaiman menyebut masih cukup besar potensi yang bisa diperjuangkan oleh pemerintah daerah dan DPRD ke pemerintah pusat agar dana-dana yang seharusnya menjadi hak warga Kalsel dikembalikan ke daerah.

Sayangnya, kata dia, karena masih terbatasnya sumber daya manusia yang memadai, maka potensi-potensi kekayaan daerah tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. "Maka, saya mengimbau perusahaan-perusahaan bersedia menyisihkan dana untuk bisa membantu pendidikan anak-anak muda Kalsel," imbuh dia.

Sulaiman mengungkap, hal tersebut telah dilaksanakan perusahaan yang dipimpinnya antara lain dengan mendirikan sekolah bertaraf internasional yang diharapkan mampu mendidik pelajar menjadi pengusaha-pengusaha andal di Kalsel. Selain itu, pihaknya juga memberikan beasiswa doktor kepada dosen untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan masing-masing bidang ilmu yang didalami.

Kendati Kalsel masih banyak tertinggal dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, Sulaiman tidak berharap daerah ini mendapatkan otonomi khusus. "Mari kita terus berjuang untuk kebaikan Kalsel tanpa keluar dari ketentuan dan peraturan. Biarlah semua berjalan sesuai ketentuan, tidak perlu menuntut secara berlebihan," tuntas Sulaiman.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA