Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Seorang Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Ahad 08 Januari 2012 16:10 WIB

Rep: Eko Widiyanto/ Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO --  Pasangan suami isteri Maani (45) dan Mualifah (33), warga Grumbul Karanggedang, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah  mendapat anugerah berupa bayi kembar. Namun, salah satu bayi kembar itu tak memiliki tempurung kepala.

Bayi kembar yang dilahirkan, merupakan pasangan bayi laki-laki dan perempuan.  Bayi laki-laki pasangan Maani-Mualifah itu tak memiliki tempurung kepala. Bayi laki-laki seberat 2 kg yang lahir pukul 07.50 tersebut, tidak memiliki tempurung kepala, mata, hidung, tapi memiliki mulut. Di samping itu, pada bagian kaki juga terindikasi mengalami pembengkakan.

Sedangkan bayi kembar yang satunya, yang berjenis kelami perempuan, memiliki tubuh yang sempurna. Bayi yang perempuan ini lahir kemudian, sekitar pukul 07.55, dengan berat badan 1,9 kg. Kedua bayi tersebut, kini dalam perawatan intensif pihak RS bersangkutan.

Maani, ayah dari bayi kembar tersebut menyebutkan, kelahiran bayi dalam kandungan isterinya tersebut, merupakan bayi ke 4 dan ke 5. ''Ini kehendak Yang Kuasa. Saya hanya bisa pasrah,'' katanya.

Dia menyebutkan, sebelum dirujuk di RS Islam Purwokerto, istrinya sempat dirawat Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Cilibur, Kabupaten Brebes. Di Puskesmas itu Muslifah telah dirawat dua hari. Namun karena sampai dua hari anaknya tidak juga lahir, maka dokter di puskesmas tersebut, merujuk isterinya untuk melahirkan di RS.

''Dan ternyata, anak saya lahir kembar dengan salah seorang bayi saya tidak sempurna,'' katanya,

Maani menyebutkan, selama masa kehamilan, istrinya sebenarnya tidak mengalami hal-hal yang aneh. Namun dia mengakui, selama kehamilan istrinya tidak pernah diperiksa ke dokter. ''Soalnya saya tidak punya biaya. Ini saja saya baru pulang dari Jakarta, dan langsung ke RS. Tidak pakai sandal, baju juga masih lusuh,'' katanya.

Terkait kondisi bayinya itu, dia berharap, ada penanganan khusus yang diharapkan untuk perawatannya. ''Saya punya kartu Jamkesmas. Tapi saya tidak tahu, kalau butuh biaya besar apakah semuanya tetap digratiskan?'' ujarnya.

Proses kelahiran kedua bayi itu sendiri, memang tidak melalui proses yang normal. Tapi melalui operasi cesar. Dokter Anton Sunaryo, dokter jaga RS Islam yang ikut membantu proses kelahiran bayi kembar tersebut mengatakan, saat ini kedua bayi tersebut sedang dalam pengawasan di inkubator. ''Kami masih mengobservasi kondisi kesehatan kedua bayi,'' katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA