Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Musim Panen Tembakau Tiba, Petani hingga Juragan Jadi Incaran Maling

Ahad 18 Sep 2011 08:37 WIB

Rep: M. As'adi/ Red: Didi Purwadi

Petani tembakau sedang membawa hasil panen tembakaunya.

Petani tembakau sedang membawa hasil panen tembakaunya.

Foto: www.sudarisman.multiply.com

REPUBLIKA.CO.ID,TEMANGGUNG - Setiap panen raya tembakau di Kabupaten Temanggung, terlebih lagi ketika harga jual sangat baik seperti saat ini, petani dan pedagang bahkan juga juragan menjadi incaran maling. Sejak dari daun tembakau di ladang, sampai keranjang di gudang, bahkan uang tunai pun jadi sasaran pencurian. Maling tidak pandang bulu.

Kejadian terakhir menimpa Walyono (40). Pada saat kejadian, warga Dusun Malatan, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung ini tengah asyik menikmati sepiring sate kambing di Parakan. Tepatnya di komplek pasar kembang. Pedagang tembakau ini kehilangan uang tunai sebesar Rp 145 juta setelah kaca mobil jazznya yang tengah diparkir dipecah pelaku Jum’at (16/9) malam.

Di hadapan petugas Polsek Parakan, Waluyo menuturkan. Untuk kepentingan bisnisnya, Jum’at sore ia mengambil uang hasil penjualan tembakaunya di salah satu juragan. Sebelum pulang, karena saatnya jam makan malam, dia mampir di warung sate terlebih dahulu sekaligus membeli oleh-oleh keluarganya.

Korban meninggalkan uangnya di mobil Jazz nopol H 8928 SA yang diparkir tidak jauh dari warung tersebut.

Saat asyik menikmati seporsi sate itulah, tanpa ia sadari ada maling memecah jendela kaca mobilnya dan menyikat uang hasil penjualan tembakaunya. Warga lereng Gunung Sindoro ini baru sadar kalau kemalingan saat hendak masuk mobil.

‘’Saya sangat kaget, kaca mobil bagian samping pecah. Lebih kaget lagi uang yang ada di dalam taspun telah lenyap,’’ katanya.

Setiap musim panen raya tembakau seperti sekarang ini, selain mobilitas masyarakat sangat tinggi, perputaran uang pun juga tinggi. Kondisi seperti itu sangat rentan terhadap tindak pencurian bahkan disertai kekerasan. Oleh karena itu, pihak kepolisian mengingatkan jika masyarakat membawa uang dalam jumlah besar sebaiknya harus hati-hati dan jangan terlalu menyolok.

"Kami siap untuk melakukan pengawalan. Kami melayani masyarakat dengan tanpa imbalan. Kalau membutuhkan, polisi akan mengawal setelah mengambil uang sampai ke tujuan dan tidak perlu dibayar. Tugas kami melindungi dan mengayomi masyarakat," kata Kapolres Temanggung, AKBP Kukuh Kalis Susilo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA