Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Empat Daerah Dilatih Khusus Siaga Tsunami

Jumat 24 Jun 2011 09:37 WIB

Red: Stevy Maradona

Rumah tersapu tsunami

Rumah tersapu tsunami

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Empat daerah rawan tsunami, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat) Pacitan (Jawa Timur), Buleleng (Bali) dan Kota Palu (Sulawesi Tengah) menerima pelatihan kesiapsiagaan tsunami pada 21 hingga 25 Juni 2011 di Bogor.

Koordinator Community Preparedness (Compress) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iriana Rafliana di Jakarta, Jumat, mengatakan hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran publik dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi yang berlanjut tsunami masih perlu peningkatan.

"Ada beberapa persoalan yang mendasarinya, seperti pemahaman masyarakat yang masih rendah terhadap risiko maupun kesiapsiagaan bencana dan belum memadainya ketersediaan data serta informasi geospasial, seperti peta rawan bencana alam serta kajiannya," katanya.

Dia menuturkan, langkah yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman yang utuh bagi daerah bagaimana melakukan kajian risiko tsunami serta memberi alternatif tindakan yang mampu dilaksanakan sebagai upaya pengurangan risikonya.

Pelatihan Kajian Risiko Tsunami yang digelar LIPI bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menghadirkan narasumber ahli geologi (kegempaan dan tsunami), ahli GIS (geographic information system), ahli kajian kesiapsiagaan, ahli ketahanan daerah dan ahli pendidikan andragogi, urainya.

Juriono, yang juga dari Compress LIPI menambahkan sasaran kegiatan pelatihan lebih difokuskan kepada para pelaku kebencanaan di daerah, sebab merekalah yang tahu betul kajian risiko kebencanaan tsunami pada masing-masing wilayahnya.

Ia mengungkapkan, pelatihan ini merupakan salah satu kontribusi LIPI dalam upaya meningkatkan kesadaran khalayak terhadap risiko dan pemahaman kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Peserta yang terlibat adalah perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari empat wilayah provinsi dan kabupaten/kota yang terpilih sebagai peserta.

"Jumlah peserta sebanyak 16 orang di mana setiap daerah mengirimkan empat orang wakil. Mereka mendapat pelatihan dengan modul kajian risiko kebencanaan yang tersusun," pungkasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA