Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Prabowo Tekankan Kepemimpinan Nasional yang Unggul

Ahad 03 Jul 2022 16:59 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers seusai menghadiri kuliah tamu di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Ahad (3/7/2022).

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers seusai menghadiri kuliah tamu di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Ahad (3/7/2022).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Menhan meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan di Unhan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto menekan tentang kepemimpinan nasional yang unggul. Hal ini diungkapkan saat mengisi kuliah tamu di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), Ahad (3/7/2022). Dalam ceramahnya, Prabowo mengatakan, keunggulan itu dapat dibangun dari ketahanan nasional yang baik. Ketahanan yang baik berawal dari salah satunya aparatur atau SDM yang unggul. "SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara, lalu diterima. Atau memperjualbelikan gelar akademik," katanya.

Selain itu, Prabowo juga percaya pada pentingnya peran perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa ketika dirinya dilantik menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Universitas Pertahanan. Di sana, Menhan meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan. 

Baca Juga

"Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa," ucap pria yang juga Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra tersebut.

Prabowo menegaskan, pertahanan nasional itu sangat penting. Sebab, tidak ada negara di dunia yang aman dari ancaman termasuk Indonesia. Belum lama ini, dunia mendapatkan ancaman Covid-19 sehingga Indonesia harus selalu siaga ke depannya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof Widodo mengatakan dengan inovasi-inovasi yang dimiliki saat ini diharapkan UB bisa berperan dalam pembangunan bangsa. Di FILKOM, UB mengembangkan sistem pertahanan negara melalui sistem drone. Sementara itu, di FMIPA sedang bersinergi dengan PT Pindad untuk menghasilkan material amunisi mandiri buatan dalam negeri.

Selain itu, Widodo juga menyatakan, UB tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, UB perlu kerjasama, sinergi, dan arahan dari semua pihak termasuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Kuliah umum "Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional" ini digelar dalam rangkaian Temu dan Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu-ilmu Sosial PTN se-Indonesia (FORDEKIIS). Acara diikuti oleh 37 dekan dari seluruh Indonesia. Agenda tersebut diselenggarakan mulai Jumat (1/7/2022) hingga Senin (4/7/2022) dan berpusat di FIA UB. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA