Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Ribuan Orang Diminta Mengungsi karena Hujan Lebat di Sydney

Ahad 03 Jul 2022 11:56 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

Kota Sydney. Ribuan penduduk di barat daya Sydney, Australia diperintahkan untuk mengungsi menyusul hujan lebat dan angin kencang yang menerjang pantai timur, Ahad (3/7/2022).

Kota Sydney. Ribuan penduduk di barat daya Sydney, Australia diperintahkan untuk mengungsi menyusul hujan lebat dan angin kencang yang menerjang pantai timur, Ahad (3/7/2022).

Foto: AAP
Hujan di Sydney diperkirakan akan meningkat selama dua hari ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Ribuan penduduk di barat daya Sydney, Australia diperintahkan untuk mengungsi menyusul hujan lebat dan angin kencang yang menerjang pantai timur, Ahad (3/7/2022). Biro cuaca memperingatkan hujan deras berpotensi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di sepanjang wilayah pantai timur dari Newcastle ke Teluk Bateman di negara bagian New South Wales.

Hujan diperkirakan akan meningkat selama dua hari ke depan. "Kami sekarang menghadapi bahaya di berbagai bidang, banjir bandang, banjir sungai dan erosi pantai," kata menteri layanan darurat New South Wales Steph Cooke seperti dilansir laman CNN International, Ahad (3/7/2022).

Baca Juga

Dia mendesak orang-orang untuk mempertimbangkan kembali perjalanan liburan karena cuaca buruk yang melanda pada awal liburan sekolah. "Ini adalah situasi darurat yang mengancam jiwa," kata Cooke.

Biro Meteorologi mengatakan, lebih dari 200 milimeter (8 inci) hujan telah turun di banyak daerah dengan beberapa terkena sebanyak 350 milimeter. Biro juga memberi peringatan risiko banjir di sepanjang Sungai Nepean.

Otoritas air Australia juga mengatakan, hujan deras menyebabkan bendungan utama Sydney tumpah dalam semalam. Insiden ini menunjukkan tumpahan itu akan sebanding dengan tumpahan besar pada Maret 2021 di Bendungan Warragamba.

"Tidak ada ruang bagi air untuk tetap berada di bendungan. Mereka mulai tumpah. Sungai-sungai mengalir sangat cepat dan sangat berbahaya. Dan kemudian kita memiliki risiko banjir bandang, tergantung di mana hujan berada," kata Layanan Darurat Negara Komisaris Carlene York.

Pada hari terakhir, 29 orang telah diselamatkan dari banjir, termasuk satu orang yang tergantung di tiang selama satu jam ketika para pekerja berjuang untuk mencapai mereka.  Menteri Pertahanan Richard Marles mengatakan, pemerintah Australia telah menyediakan negara bagian dengan 100 tentara yang membantu dengan karung pasir dan dua helikopter untuk membantu penyelamatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA