Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

27 Hilang Setelah Kapal Derek Tenggelam Akibat Badai Chaba

Ahad 03 Jul 2022 09:37 WIB

Red: Indira Rezkisari

 Kapal feri berlayar ke Peninsula Kowloon di Hong Kong, China, Jumat (1/7/2022). Hong Kong menaikkan status sinyal angin kencang ke level tiga sebagai peringatan atas datangnya Badai Chaba yang menyebabkan hujan dan angin ribut ke pesisir Guangdong.

Kapal feri berlayar ke Peninsula Kowloon di Hong Kong, China, Jumat (1/7/2022). Hong Kong menaikkan status sinyal angin kencang ke level tiga sebagai peringatan atas datangnya Badai Chaba yang menyebabkan hujan dan angin ribut ke pesisir Guangdong.

Foto: EPA-EFE/JEROME FAVRE
Badai Chaba buat China naikkan status tanggap darurat banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Sedikitnya 27 orang hilang setelah kapal derek tenggelam di perairan lepas pantai Provinsi Guangdong di wilayah selatan China. Kapal tenggelam akibat dihempas badai Chaba, Sabtu (2/7/2022).

Sistem monitor mendeteksi jangkar kapal dalam bahaya setelah rantai tambat terputus saat berupaya menghindari hempasan topan Chaba di perairan dekat Kota Yangjiang. Hal itulah yang menyebabkan kapal derek tenggelam, demikian Pusat SAR Maritim Provinsi Guangdong, Ahad (3/7/2022).

Baca Juga

Beberapa unit helikopter dan kapal penyelamat, termasuk kapal niaga yang berlayar di dekat lokasi kejadian dikerahkan untuk upaya penyelamatan dan pencarian korban. Saluran televisi setempat menyiarkan upaya tim SAR dari dalam helikopter saat memberikan pertolongan kepada para korban.

Hingga Sabtu pukul 12.00 waktu setempat (11.00 WIB) sebanyak tiga pekerja kapal derek berhasil diselamatkan, sedangkan 27 pekerja lainnya yang tenggelam di tengah badai laut belum ditemukan. Sampai saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan.

Kantor Pusat Pengendalian Banjir dan Kekeringan Nasional China telah menaikkan tanggap darurat bencana menjadi level III mengingat kemungkinan banjir yang dipicu oleh badai ketiga dan badai keempat tahun ini. Chaba yang merupakan topan ketiga tahun ini telah mendarat di kawasan pesisir Kota Maoming, Provinsi Guangdong, pada Sabtu sore. Aere, topan keempat, telah mendekati Laut China Timur pada Sabtu malam.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA