Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Alami Pankreatitis, Drummer Blink-182 Dirawat di Rumah Sakit

Ahad 03 Jul 2022 04:25 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Travis Barker

Travis Barker

Foto: EPA/BALAZS MOHAI
Ahli menyebut Pankreatitis pada drummer Travis Barker tidak terkait kolonoskopi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Drummer band rock Blink-182, Travis Barker, harus dirawat di rumah sakit akibat pankreatitis. Ahli menilai ada kemungkinan kecil masalah pankreatitis ini berkaitan dengan tindakan kolonoskopi yang dilakukan Barker.

"Itu mungkin saja, tetapi sangat jarang (kolonoskopi memicu pankreatitis)," ungkap direktur gangguan pankreas dari Dartmouth-Hitchcock Medical Center, Timothy B Gardner MD, seperti dilansir WebMD.

Pria berusia 46 tahun tersebut memang baru saja menjalani prosedur kolonoskopi untuk memeriksa kanker kolon. Gardner mengungkapkan, kemungkinan bahwa pankreatitis berkaitan dengan prosedur kolonoskopi sangat langka.

"Kolonoskopi merupakan prosedur yang sangat aman dan bisa menyelamatkan jiwa," ujar Gardner.

Menurut Gardner, komplikasi serius akibat kolonoskopi hanya terjadi kurang dari 1 dalam 1.000 kali prosedur. Dalam literatur medis, hingga saat ini hanya ada lima kasus pankreatitis yang terjadi setelah prosedur kolonoskopi dilakukan. Pankreatitis ini biasanya terjadi setelah prosedur yang cukup berat dilakukan.

"Ini bukan sesuatu yang akan saya khawatirkan bila saya atau anggota keluarga melakukan kolonoskopi," jelas direktur endoskopi bariatrik dari Washington University School of Medicine di St Louis, Vladimir M Kushnir MD.

Kushnir mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan ribuan prosedur kolonoskopi. Sejauh ini, Kushnir tak pernah menemukan kasus pankreatitis pada pasien-pasiennya setelah menjalani kolonoskopi.

Jeda waktu antara terjadinya pankreatitis dari dilakukannya prosedur kolonoskopi juga perlu diperhitungkan. Pankreatitis bisa dicurigai berkaitan dengan kolonoskopi bila terjadi dalam waktu 24-48 jam setelah tindakan kolonoskopi dilakukan.

Pankreatitis merupakan kondisi di mana organ pankreas mengalami inflamasi atau peradangan. Secara umum, ada cukup banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya pankreatitis. Dua kondisi yang paling sering memicu pankreatitis adalah penyakit batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebih.

Penggunaan beberapa jenis obat juga diketahui dapat memicu pankreatitis. Kondisi lain yang bisa menyebabkan pankreatitis adalah kanker pankreas.

Ketika pankreas mengalami peradangan, gejala berupa nyeri perut dan mual bisa terjadi. Dalam kebanyakan kasus, gejala ini akan membaik dalam beberapa hari. Namun dalam kasus yang langka, pasien bisa mengalami kondisi peradangan yang serius dan cukup berat.

"Pankreatitis sebenarnya merupakan salah satu masalah pencernaan yang paling umum membutuhkan perawatan di rumah sakit," lanjut Kushnir.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gardner. Menurut Gardner, sebagian besar pasien pankreatitis akan pulih setelah beberapa hari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA