Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Maluku Tenggara Optimistis Bisa Capai Target Penurunan Kasus Stunting

Ahad 03 Jul 2022 04:05 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Ibu dan anak (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku optimistis bisa mencapai target penurunan angka kasus stunting yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Ibu dan anak (ilustrasi). Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku optimistis bisa mencapai target penurunan angka kasus stunting yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Foto: Prayogi/Republika.
Kasus stunting di Maluku Tenggara turun jadi 18,55 persen pada 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, LANGGUR -- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Provinsi Maluku optimistis bisa mencapai target penurunan angka kasus stunting yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Pemerintah pusat menargetkan angka kasus stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga tubuhnya lebih pendek dari rata-rata tinggi anak-anak seusianya, bisa turun menjadi 14 persen pada 2024.

Baca Juga

"Saya optimis kalau dikerjakan bersama-sama dengan modal persatuan pasti dapat terwujud target tersebut," kata Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun di Langgur, ibu kota Maluku Tenggara, Sabtu (2/7/2022).

Dia menekankan pentingnya kolaborasi dan pelaksanaan intervensi berbasis data dalam upaya penurunan angka kasus stunting pada anak. "Basis data stunting harus menjadi perhatian, sehingga tidak kerja asal-asalan. Kerja harus terukur dan sistematis," katanya.

"Kita dari tahun ke tahun angka penurunan stunting sudah baik sehingga terus harus ditingkatkan kinerja kita," ia menambahkan.

Sekretaris Daerah Maluku Tenggara M. Yani Rahawarin selaku Ketua Tim Penanganan Stunting Maluku Tenggara mengatakan, pemerintah daerah menjalankan program terpadu dengan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait untuk menurunkan angka kasus stunting.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Maluku Tenggara sudah berhasil menurunkan angka kasus stunting yang mencapai 30,01 persen pada 2018 menjadi 18,55 persen pada 2022.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA