Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Ukraina Minta Turki Tahan Kapal Kargo Berbendera Rusia

Ahad 03 Jul 2022 02:35 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gandum (Ilustrasi).Ukraina telah meminta Turki untuk menahan kapal kargo berbendera Rusia, Zhibek Zholy yang membawa gandum dari pelabuhan Berdyansk. Pejabat Kementerian Luar Negeri Ukraina, mengatakan, kapal kargo Zhibek Zholy telah memuat sekitar 4.500 ton biji-bijian dari Berdyansk.

Gandum (Ilustrasi).Ukraina telah meminta Turki untuk menahan kapal kargo berbendera Rusia, Zhibek Zholy yang membawa gandum dari pelabuhan Berdyansk. Pejabat Kementerian Luar Negeri Ukraina, mengatakan, kapal kargo Zhibek Zholy telah memuat sekitar 4.500 ton biji-bijian dari Berdyansk.

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Kemenlu Ukraina mengklaim gandum yang dibawa kapal kargo dicuri Rusia dari Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina telah meminta Turki untuk menahan kapal kargo berbendera Rusia, Zhibek Zholy yang membawa gandum dari pelabuhan Berdyansk. Pejabat Kementerian Luar Negeri Ukraina, mengatakan, kapal kargo Zhibek Zholy telah memuat sekitar 4.500 ton biji-bijian dari Berdyansk.

Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri, biji-bijian yang dibawa kapal kargo itu adalah milik Ukraina. Dalam sebuah surat tertanggal 30 Juni kepada Kementerian Kehakiman Turki, kantor kejaksaan Ukraina mengatakan, kapal kargo Zhibek Zholy terlibat dalam “ekspor ilegal gandum Ukraina” dari Pelabuhan Berdyansk menuju ke Karasu, Turki, dengan muatan kargo sekitar 7.000 ton.

Kementerian Luar Negeri Turki tidak menjawab permintaan komentar oleh Reuters tentang kapal kargo Zhibek Zholy. KTZ Express yang berbasis di Kazakh mengkonfirmasi, kapal kargo Zhibek Zholy dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Tetapi KTZ Express menambahkan, kapal kargo itu disewa oleh perusahaan Rusia, Green Line. KTZ Express sedang berkonsultasi dengan pihak-pihak yang terlibat, dan akan mematuhi semua sanksi serta pembatasan.

Ukraina telah menuduh Rusia mencuri gandum dari wilayah yang telah direbut pasukan Moskow sejak invasi dimulai pada akhir Februari.  Kremlin membantah bahwa Rusia telah mencuri gandum Ukraina.

Duta Besar Ukraina untuk Turki, Vasily Bodnar pada awal Juni mengatakan, Turki termasuk di antara pembeli yang menerima gandum dari Rusia yang dicuri dari Ukraina. Bodnar menambahkan, dia telah meminta bantuan Turki untuk mengidentifikasi dan menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas dugaan pengiriman tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Ankara sedang menyelidiki klaim tersebut. Tetapi sejauh ini penyelidikan belum menemukan pengiriman curian.

Konflik di Ukraina telah memicu krisis pangan global. Hal ini mendorong PBB mengajukan rencana untuk membuka kembali rute pengiriman dari Odesa dan pelabuhan Ukraina lainnya. 

Turki telah menjanjikan kerja sama dalam membangun koridor yang aman di Laut Hitam untuk memungkinkan ekspor produk dari Ukraina. Para kritikus khawatir Rusia akan memanfaatkan koridor tersebut untuk melancarkan serangan ke pelabuhan strategis Odesa. 

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA