Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Gunung Karangetang, Gunung Soputan, Gunung Lokon Berstatus Waspada

Sabtu 02 Jul 2022 22:07 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Gunung Karangetang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Gunung Lokon di Kota Tomohon berstatus waspada (level II).

Ilustrasi. Gunung Karangetang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Gunung Lokon di Kota Tomohon berstatus waspada (level II).

Foto: Antara/Adwit B Pramono
Tiga dari delapan gunung api aktif di Sulawesi Utara berstatus waspada. 

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan, tiga dari delapan gunung api aktif di Sulawesi Utara berstatus waspada (level II). Tiga gunung api tersebut, yaitu Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Gunung Lokon di Kota Tomohon.

Sedangkan, empat gunung api lainnya berstatus normal level I, yaitu Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gunung Tangkoko di Kota Bitung, Gunung Mahawu di Kota Tomohon, dan Gunung Ambang di Kota Kotamobagu. "Gunung Ruang baru saja diturunkan statusnya menjadi normal setelah dinaikkan ke waspada beberapa waktu lalu," kata Koordinator Gunung Api PVMBG, Oktory Prambadasaat dihubungi melalui sambungan telepon dari Manado, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga

Dari delapan gunung api tersebut, dia berharap, warga mewaspadai aktivitas vulkanik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang saat ini dalam status siaga level III. Tercatat, sebanyak satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo tiga milimeter, dan lama gempa lima detik.

Terekam juga empat kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2-8 milimeter, S-P tidak teramati dan lama gempa 55-130 detik. "Setiap gunung memang memiliki karakteristik masing-masing. Kami terus berharap warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan," ajaknya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA