Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Pemprov Sulawesi Tengah Mendorong Petani Tingkatkan Produksi Kedelai

Sabtu 02 Jul 2022 18:02 WIB

Red: Ilham Tirta

Tanaman kedelai (ilustrasi).

Tanaman kedelai (ilustrasi).

Foto: istimewa
Pemda memprediksi hasil kedelai tahun ini menjadi 14 ribu ton biji kering.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong petani di daerah itu lebih meningkatkan produksi kacang kedelai sebagai salah satu komoditas pangan yang dibutuhkan secara nasional. Sulteng memiliki empat daerah sentra kedelai, yakni Kabupaten Banggai, Poso, Donggala, dan Morowali Utara yang sejak lama sudah mengembangkan komoditas tersebut.

"Sejak program nasional di cetuskan Kementerian Pertanian upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Pajale), sampai ini petani masih tetap konsisten menanam komoditas itu dan kami mendukung petani meningkatkan produksi dan produktivitasnya," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Nelson Metubundi Palu, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga

Guna percepatan peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, pihaknya mendorong petani memanfaatkan kembali lahan tidur, serta percepatan pengolahan lahan pascapanen. "Dorongan pemerintah daerah pada percepatan peningkatan produksi, salah satunya intervensi lewat bantuan muai dari benih, alat, dan mesin pertanian (alsintan) termasuk pupuk bersubsidi," kata Nelson.

Selain itu, Pemda juga mendekatkan pasar dengan mengupayakan harga beli komoditas layak diterima petani untuk memacu semangat mereka menanam. Dinas TPH melaporkan, produksi kedelai Sulteng tahun 2021 sekitar 2.020 ton biji kering yang mana di tahun itu terjadi fluktuasi produksi, namun capaian ini dinilai sudah baik.

"Tahun 2022 kami memprediksi produksi komoditas ini bisa mencapai 14.616 ton biji kering," kata dia.

Ia menambahkan, upaya lain yang dilakukan Dinas TPH adalah mengoptimalkan pengembangan kawasan pangan nusantara dengan target 15 ribu hektare. Itu menjadi program jangka panjang nasional dalam mendukung pemenuhan pangan bagi penduduk ibu kota negara di Kalimantan Timur nanti.

Dua komoditas utama yang ditanam di kawasan pangan nusantara nanti adalah jagung dan kedelai. Saat ini, Pemprov Sulteng telah menyiapkan lahan 1.123 hektare di Desa Talaga, Kabupaten Donggala sebagai langkah awal.

"Di lahan itu disiapkan 261 hektare lahan untuk tanaman kedelai, dan 231 hektare untuk tanaman jagung, dan tidak menutup kemungkinan luasan lahan untuk peruntukan komoditas tersebut bisa bertambah," kata Nelson.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA